Untitled-6Banyak orang memiliki susunan gigi yang tidak teratur, atau istilahnya kedokterannya maloklusi. Ada yang tonggos alias gigi rahang atasnya maju, ada pula yang giginya berjejalan, atau sebaliknya kecil-kecil dan jarang.

Oleh : RIFKY SETIADI
Email: [email protected]

 Keadaan gigi tersebut bisa mengganggu penampilan sese­orang. Penderitanya sering merasa rendah diri, minder dan enggan terse­nyum. Tapi yang paling penting adalah hubungannya dengan kes­ehatan. Gigi yang berjejal men­jadikannya sulit dibersihkan, se­hingga gigi bisa berlubang atau terkena penyakit radang gusi. Bisa juga terjadi gangguan pengun­yahan, yang menyebabkan sakit kepala atau nyeri leher. Maloklusi sebisa mungkin harus diperbaiki, bukan semata demi estetika, tapi juga kesehatan gigi.

Apakah gigi Anda bermasalah? Bila Anda mempunyai susunan gigi yang tidak rapi dan ingin membuatnya lebih teratur se­hingga Anda lebih percaya diri, Anda dapat menjumpai dokter gigi spesialis orthodonti: salah satu cabang kedokteran gigi yang spesialisasinya memperbaiki su­sunan gigi.

Ada beberapa macam alat yang biasa digunakan, selama ini kita sering menyebutnya begel atau kawat gigi. Mungkin Anda sering menjumpai orang mempu­nyai gigi dengan pagar kawat. Alat tersebut adalah braces, yaitu alat orthodonti cekat. Alat ini hanya bisa dipasang dan dilepaskan oleh dokter gigi saja. Sedangkan retainer adalah alat orthodonti lepasan, yang bisa dilepas-lepas oleh pemakainya.

Baca Juga :  Efek Buruk Aborsi Bagi Kesehatan Mental Wanita

Alat orthodonti cekat mampu membuat pergerakan yang lebih kompleks dalam kesatuan dere­tan gigi, yang merupakan kelebi­hannya dibanding alat orthodonti lepasan, sehingga dapat lebih mempercepat proses teraturnya gigi Anda.

Pada masa awal perawatan, mungkin Anda akan merasakan sedikit nyeri, bila perlu minum­lah obat pereda sakit. Yang harus diperhatikan, Anda membutuh­kan waktu dua kali lebih lama untuk membersihkan gigi, karena selain membersihkan gigi, Anda juga membersihkan kawat gigin­ya. Bila sisa makanan mengumpul di sekitar alat, akan berisiko ter­jadinya gigi berlubang dan radang gusi. Meskipun jarang terjadi, alat bisa rusak atau longgar, sehingga melukai mulut. Jadi sebaiknya hindari makanan terlalu keras, lengket dan manis.

Untuk keberhasilan perawa­tan, tingkat keberhasilannya sam­pai 95 persen jika pasien kooper­atif dalam memeriksakan keadaan giginya. Untuk kasus yang sulit, keberhasilannya hanya bisa men­capai 90 persen.

Besarnya biaya perawatan bervariasi, tergantung dari faktor kesulitan, lama perawatan serta alat yang digunakan. Besarnya bi­aya berkisar antara Rp 7 – 8 juta, dengan rincian 30 persen untuk biaya dokter dan 70 persen un­tuk alat. Biaya yang cukup besar ini dikarenakan alatnya belum diproduksi di Indonesia, sehingga masih perlu diimpor dari Amerika Serikat. Selain itu, juga karena ke­tika Anda kontrol, arch wire-nya harus diganti.

Baca Juga :  Mitos atau Fakta Memakai Baju Basah Dapat Menyebabkan Flu, Begini Kata Dokter

Seiring dengan perkembangan zaman dan keinginan untuk tampil lebih cantik dengan senyum yang indah , saat ini penggunaan alat orthodonti cekat ini bukan lagi hanya untuk memperbaiki fungsi gigi, tetapi sudah menjadi akseso­ris. Alat ortodonthi cekat inipun semakin berkembang. Brackets bisa terbuat dari berbagai bahan, yang banyak dipakai adalah yang terbuat dari baja, adapula yang terbuat dari emas, keramik dan tersedia dalam berbagai warna.

Yang terbaru adalah yang terbuat dari porselen berwarna transparan seperti warna gigi se­hingga pemakaiannya tersamar. Harganya tentu lebih mahal, sekitar Rp 12 juta, konsumennya adalah mereka yang ingin tampil lebih elegan. Karet warna-warni yang banyak menghiasi kawat gigi, berfungsi untuk mengen­cangkan bracket, selain itu juga memberikan kesan modis pada kawat gigi, sehingga lebih disukai para remaja.(*)