DSCN3226

Polemik pembangu­nan Apartemen dan Hotel Gardenia, di Jalan Raya KS Tubun Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor masih menuai banyak kecaman dari warga sekitar. Mereka merasa dirugikan atas pembangunan proyek tersebut, antara lain aliran sungai di daerah mereka menjadi tidak lancar.

Kegaduhan warga dengan developer Gardenia ini akh­irnya sampai ke telinga Wa­likota Bogor, Bima Arya. ‘’Nan­ti saya cek,’’ kata Bima Arya kepada Bogor Today, Rabu (3/6/2015) malam.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Alokasikan APBD 2021 Sebesar 2,325 Miliar Untuk TMMD 112  di Klapanunggal

Warga sekitar lokasi pem­bangunan, Doto, mengatakan pembangunan Apartemen dan Hotel Gardenia mengganggu jalannya aliran air yang terle­tak di belakang proyek pem­bangunan.

“Liat tuh mas tanahnya nu­tupin sebagian sungai jadi nggak lancar ngalirnya. Kalau banjir siapa yang kebanjiran? Mereka (Gardenia, red)? Jelas-jelas kita yang di rugikan,” ujarnya.

Warga lainnya, Safrial juga bicara. Dia menjelaskan bahwa aparat terkait seperti RT, RW, dan Lurah tidak ada yang ikut memediasikan konflik Garde­nia dengan warga.

Baca Juga :  Hujan Dengan Intensitas Tinggi Mengguyur Puncak, Tinggi Muka Air Bendung Cibalok Terpantau Naik

“Ketua RT/RW dan Lurah malah ngga pernah datang dan memediasikan terkait keluhan warganya,” ungkapnya

Ketika dikonfirmasi, Ke­pala Kantor Metro Galaxy Park (Manajemen Pusat Gardenia), Mamat Setiawan, menjelaskan bahwa pihaknya belum menge­tahui hal ini dan berjanji akan cek ke lokasi. “Besok kita liat aliran sungainya,” ujarnya singkat.(*)