120313_RHN-BISNIS-01-BAWANG-MERAH-MELESAT

BOGOR, TODAY — Harga bawang merah mulai bikin pedas mata para ibu rumah tangga. Menjelang Ramadhan tiba, kini harga bawang merah sudah mendekati angka Rp 50.000 perkilogram.

Harga komoditas yang satu ini memang selalu berf­luktuasi. Pada level terendah, harga bawang merah hanya Rp 15.000-18.000 perkilogram. “Bulan Maret-April selalu men­capai harga tertinggi. Ini sering terjadi dan bertahan seperti ini setiap tahun,” ungkap Ke­pala Dinas Pertanian, Tana­man Pangan dan Hortikultura Kabupaten Brebes, Budiarso saat ditemui di Gedung Kementerian Pertanian (Kementan) Ragunan, Jakar­ta, Rabu (3/6/2015).

Budiarso menjelaskan, di bulan-bulan tertentu produksi bawang merah memang lebih sedikit bahkan defisit bila dilihat antara produksi dan kebutu­han. Hal ini berdampak kepada lonjakan harga bawang merah yang cukup tajam. “Perlu diperhatikan bahwa siklus bawa­ng merah itu berulang setiap tahunnya. Panen raya besar Juni-Agustus dan panen raya kecil Desember-Januari,” tekannya.

Oleh karena itu, ia mendukung upaya Menteri Pertanian (Mentan) Am­ran Sulaiman untuk membuka lahan pertanian bawang merah baru seperti di Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). Namun ada sejumlah catatan usulannya kepada Mentan Amran agar upaya ini berhasil dan harga bawang merah tidak mengalami fluktuasi cukup tajam yang rutin terjadi setiap tahun.

Baca Juga :  Atap Warung Angkringan Disapu Angin Kencang, 1 Pohon Tumbang Hingga Papan Reklame Terhempas

Sementara itu Budiarso juga men­gatakan Brebes masih menjadi sentra produksi bawang merah terbesar di In­donesia dengan kontribusi sebesar 30% dari total produksi bawang merah na­sional. Produksi hawang merah Brebes mencapai 324 ton per tahun.

“Saran saya, kalau mau PAT (Perlua­san Areal Tanam) di luar Jawa seperti di Bima, mohon bisa di-setting panen di bulan Maret-April, jangan di Juni-Agus­tus lagi percuma. Stok melonjak, harga jatuh, petani teriak lagi. Kita harapkan permintaan dan produksi bisa beririn­gan,” sebutnya.

Tahun ini, Kementan menaikan ang­garan tanam bawang merah sebesar Rp 20 miliar yang didapat dari realokasi dana APBN-Perubahan 2015 yang dini­lai tidak efektif. Sementara itu di dalam APBNP 2015 anggaran tanam bawang merah mencapai Rp 300 miliar. Di ta­hun 2016, Kementan rencananya akan menaikan anggaran tanam bawang merah menjadi Rp 1 triliun.

Presiden Dilapori Harga Pangan

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menerima laporan kenaikan har­ga pangan pada Mei 2015. Khususnya untuk cabai merah, bawang merah, daging ayam ras, telur ayam ras dan lainnya, sehingga menyebabkan inflasi mencapai 0,50%.

“Saya minta pemerintah cepat tang­gap dalam menangani setiap pergerakan kenaikan. Kalau kita lihat bulan Mei ke­marin inflasinya sangat tinggi 0,50%,” jelas Jokowi saat membuka rapat di kan­tor Presiden, Jakarta, Rabu (3/6/2015)

Perintah pun langsung dikeluarkan Jokowi saat membuka rapat. Pertama ditujukan kepada Menteri Perdagangan Rachmat Gobel. “Saya minta terutama Kemendag agar pemantauan pasar, pe­mantauan harga, dan kalau ada masalah segera ditemukan solusi untuk menan­gani. Solusi untuk menangani dan kalau perlu kalau diperlukan melakukan op­erasi pasar,” paparnya.

Kedua ditujukan kepada Kapolri Badrodin Haiti. Jokowi meminta ke­polisian agar mengantisipasi adanya aksi penimbunan oleh pihak-pihak ter­tentu. “Saya juga ingin memerintahkan kepada Kapolri untuk menindak tegas siapapun yang menimbun baik yang berurusan dengan BBM berkaitan den­gan kebutuhan pokok betul-betul jan­gan diberikan ruang untuk para speku­lan ,” tukasnya.

(Alfian Mujani)