DSCN3208

Menggelar dagangannya di Jalan Kebon Pedes No 65, Tanahsareal, Kota Bogor, Mega membuka Bubur Ayam Bareto dengan modal Rp30 juta. Dalam se­hari, ia mengaku mampu menjual hingga 60 mang­kok per hari saat weekend dan sedikitnya 30 mang­kok sat weekday. “Saya jual Rp10 ribu untuk satu porsi dan Rp8 ribu untuk setengah porsi. Sebulan bisa omzetnya sampai Rp15 jutaan,” ungkap Mega kepada BOGOR TODAY.

Mengenai raciaknhya, Mega Takier mengaku rasa dan bumbu merupakan hasil ekpersimen yang ia coba di rumahnya. Dengan berbekal niat usaha dan juga mencoba resep-resep bubur ayam dari neneknya, kini ia sukses mendapatkan tempat di hati ma­syarakat.

Ia menambahkan, Bubur Ayam Bareto mempunyai ciri khas yang membedakan dengan bubur lainnya yakni buburnya kental, sambalnya yang di racik sendiri sehingga rasa ped­asnya berbeda, dan juga ayam cincangnya yang berbeda dengan bubur lainnya.

“Ayam cincang dan juga sambalnya ga bakalan dite­mui dimanapun karena ini kreasi saya sendiri, saya sendiri yang meracik ayam, sambal dan buburnya,” aku dia.

Dia juga memberikan peluang kemitraan usaha bagi orang yang ingin membuka Bubur Ayam Bareto. Cukup dengan membeli ayam dan sambal yang di­racik olehnya sendiri, mitra tersebut boleh dengan bebas menggunakan nama Bubur Ayam Bareto. “Jadi, cukup beli ayam dan sambal dari saya saja. Simpel. Tidak perlu investasi sekian dan berbelit,” ungkapnya.

Niat Mega mendirikan usaha ialah untuk men­gurangi angka pengangguran di Kota Bogor dengan merekrut pegawai dan juga membantu orang yang ingin usaha seperti dia. “Baru sebulan saya buka saya sudah rekrut satu pegawai. Kalo setahun mudah-mu­dahan 12 pegawai,” ujarnya, lalu tersenyum.

(Guntur Eko Wicaksono)