182507_871043_logo_pssi_jpnn

JAKARTA, Today – Tim Tran­sisi Sepak Bola Indonesia telah mengambil alih tugas-tugas PSSI. Anggota tim, Zuhairi Mis­rawi mengatakan semua klub profesional sudah seharusnya merapat ke Tim Transisi.

“Pemain dan Asosiasi Pe­main Profesional Indonesia (APPI), kami minta ikut mende­sak klub-klub itu untuk segera bergabung dengan Tim Tran­sisi,” kata Zuhairi, di Gedung DPD, kompleks Parlemen, Senayan Jakarta.

Zuhairi mengatakan, beru­paya memperkuat keuangan klub, terlebih yang merugi. “Kami carikan akses sponsor bagi mereka,” tandasnya.

Selain itu, Zuhairi juga menjelaskan bahwa saat ini Tim Transisi sudah membuka pendaftaran untuk calon Ketua Umum PSSI.

“Tim Transisi telah buka usulan calon Ketua Umum PSSI. Orang yang selama ini gagal jangan ambil bagian lagi. Yang lebih penting, jangan politikus,” tegasnya.

Baca Juga :  Simona Halep Bertekuk Lutut Dibawah Kaki Aliaksandra Sasnovich Dalam Debut Indian Wells

Mantan pemain, pejabat atau pengusaha kata Zuhairi, silakan. “Masyarakat sudah bisa mengusulkan calon Ketua Umum PSSI,” pungkasnya.

Sementara itu, Presiden Persija Jakarta, Ferry Paulus dan Manajer Sriwijaya FC Au­gie Benyamin menolak wacana pemilihan ulang ketua umum PSSI.

Seperti diketahui dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI di Surabaya, 18 April lalu, yang memunculkan La Nyalla Mat­talitti sebagai ketua umum, perlu diulang terkait surat pembekuan PSSI oleh Kemen­terian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

“Untuk apa diadakan pe­milihan ulang, sudah jelas-jelas Pak Nyalla terpilih dengan ke­menangan mutlak. Voter asli dan tidak ada satupun voter kloningan yang memilih. Pe­milihan Pak Nyalla merupakan amanat masyarakat sepak bola yang harus diterima dengan la­pang dada,” ujar Ferry.

Baca Juga :  Usai Harumkan Nama Kabupaten Bogor di PON Papua, Kepulangan Ayat Disambut Bak Pahlawan

Dia lantas mengajak selu­ruh stakeholder PSSI tetap solid menyikapi pembekuan dari Kemenpora. “Lantas den­gan terjadinya pembekuan PSSI, justru ini yang harus kita perjuangkan bersama-sama. Harga diri organisasi kita ha­rus dibela, bukan malah mem­berikan ide KLB diulang,” pria yang pernah menjadi ketua Pengprov PSSI DKI itu menam­bahkan.

Penolakan wacana KLB ulang juga terlontar dari kubu Sriwijaya FC. Augie Benyamin sang manajer menduga pihak yang menyuarakan KLB ulang adalah pihak yang jagoannya kalah dalam pemilihan.

“Kita semua harus legowo jika memang calonnya tidak jadi. Selain itu berpendapat pribadi juga harus harus hati-hati sehingga masyarakat ti­dak bingung,” pungkasnya.

(Imam/net)