DSC_0611

Indonesia dipastikan dapat menggelar kompetisi dalam negeri meski mendapat sanksi dari FIFA. Hal itu setidaknya tertulis dalam surat pernyataan FIFA kepada PSSI

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Melalui Rapat Komite Eksekutif FIFA di Zurich, Swiss, Sabtu (30/05), Indonesia dijatuhi sank­si larangan berkiprah di laga in­ternasional. Sanksi ini tertuang dalam surat yang ditandatangani Sekjen FIFA Jerome Valcke.

Walaupun demikian, tim sepak bola In­donesia tetap diizinkan FIFA mengikuti SEA Games Singapura 2015 hingga tuntas. Hu­kuman ini berlaku bagi PSSI hingga waktu yang tidak ditentukan.

Artinya, Turnamen Pra Musim Liga Indo­nesia Divisi Utama yang disusun oleh PT Liga Indonesia (LI) pada September 2015 tetap berjalan. “Untuk turnamen pramusim Divisi Utama perlu melakukan pendalaman ulang. Makanya kami lakukan opsi, apakah turna­men pramusim DU bisa digelar sebelum atau sesudah Ramadhan,” ucap CEO PT LI.

Dengan gemuknya tim peserta DU, yakni 54 tim, maka opsi turnamen regional adalah hal yang palik bijak. Tiap regional menggu­lirkan turnamen dengan pengawasan lang­sung oleh PT Liga.

“Kalau diselenggarakan Agustus, se­mentara Divisi Utama musim 2015/2016 ses­uai rencana Oktober atau akhir September 2015, kita beri opsi turnamen regional, sep­erti di Sumatera, Kalimantan, Jawa Tengah, Jawa Timur dan semuanya akan diawasi langsung PT Liga Indonesia,” urai Joko.

Pelatih Persikabo, Abdush Sobur. So­bur meyakini bahwa bila kompetisi Divisi Utama kembali digelar, maka Persikabo bakal melakoni jalan yang mulus menuju tangga juara. Sesuai dengan terget yang dipatok oleh manajemen di awal pemben­tukan tim.

“Dengan disiplin yang tinggi, hasil yang didapatkan luar biasa. Skuat yang kami miliki saat ini semuanya masih muda dan asli putra daerah. Namun ketika bermain dengan para pemain yang levelnya di atas. Mereka bisa menunjukkan kualitas dengan baik, bahkan mengalahkan tim Garuda All Star yang bertabur bintang,” katanya.

Indonesia dipastikan dapat menggelar kompetisi dalam negeri meski mendapat sanksi dari FIFA. Hal itu setidaknya tertulis dalam surat pernyataan FIFA kepada PSSI. “PSSI masih dapat menjalankan tugas mer­eka berupa tanggung jawab terhadap Kom­petisi Nasional diserahkan kepada PSSI dan Operator Liga yang ditunjuk,” demikian seperti ditulis dalam surat FIFA kepada PSSI yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Dalam surat tersebut, FIFA juga mem­berikan kesempatan kepada klub yang lolos verifikasi PSSI dapat mengikuti kompetisi dalam negeri. Dalam surat yang sama, PSSI diminta untuk mengurus permasalahannya secara independen tanpa intervensi pihak ketiga, termasuk Kemenpora selama men­jalankan sanksi.

FIFA resmi menjatuhkan sanksi kepada Indonesia setelah mengadakan rapat per­tama usai terpilihnya kembali Sepp Blatter sebagai presiden. Keputusan itu diambil lantaran FIFA menilai pemerintah Indone­sia mengintervensi PSSI.

Namun, sanksi tersebut tak berdampak untuk Timnas U-23 yang saat ini sudah tiba di Singapura. Mereka dipastikan bisa tampil di SEA Games 2015.

Penjatuhan sanksi FIFA hanya berdam­pak pada pelarangan timnas dan klub In­donesia untuk bermain di kancah interna­sional yang diselenggarakan oleh FIFA dan Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC).