ismet-ali-1Mengapa banyak manajer muda sering tidak dipercaya atasannya? Mengapa senior manajer tidak ya­kin memberikan tu­gas tertentu kepada orang-orang muda di­perusahaannya?

Para senior manajer men­jawab salah satu alasannya kare­na manajer muda itu punya kelemahan kompetensi mana­jerial (Manajerial Compete­cies). Mereka belum bisa meny­elesaikan masalah manajemen yang mereka dihadapi setiap hari secara sistematis dan tanpa keluhan.

Kompetensi manajerial ber­makna sebagai keahlian men­gelola sumberdaya 5M (Man, Money, Material, Methode dan Machine) dalam me­nyelesaikan kerja-kerjanya sesuai job description dan rencana bis­nis perusahaan. Kelemahan dalam kompetensi manajerial salah satunya lemahnya kepemimpinan mereka dilingkungan kerja.

Baca Juga :  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk Kembali Raih Tiga Penghargaan Emas dalam ISDA 2021 Sekaligus

Ada dua gaya kepemimpinan orang muda diperusahaan. Per­tama kepemimpinan Autokratis dan Kedua kepemimpinan De­mokratis. Gaya autokratis, orang muda mengarahkan, mengenda­likan, menerapkan persyaratan dan hukuman tertentu bila yang dipimpinya kontra prestasi. Gaya kepemimpinan ini sering ditampilkan para manajer muda jika mereka belum memiliki kompetensi manajerial. Dalam menjalankan tugasnya sering berlindung dibalik jabatan dan kekuasaan yang dimiliki. Sering memaksakan kehendak, mem­bosankan dan tampak kurang cerdas didepan orang yang dipimpinnya.

Gaya kepemimpinan kedua: demokratis, dimana orang-orang muda memimpin dengan berbagi informasi, mengumpul­kan ide cemerlang dan kontek­stual, membuat konsensus dan mengendalikan perilaku indi­vidu yang ada didalam tim yang dipimpinnya untuk terus ber­prestasi secara konsisten.

Baca Juga :  Hotel Grand Savero Bogor Sediakan Promo Paket Akad Nikah Murah Hanya Rp 5 Juta

Gaya kepemimpin ini selan­jutnya perlu dikembangkan ber­dasarkan tingkatan kompetensi dan komitmennya bawahannya. Oleh karena itu kepemimpinan ini sering disebut kepemimpinan situasional (Situational Leader­ship). Pada gaya kepemimpinan ini seorang manajer harus tahu kapan harus menyatakan (Tell­ing), menjual ide kepada yang dipimpinnya (Selling), berparti­sipasi dalam kelompok kerjanya (Participating) dan kapan harus mempercayakan pekerjaan ter­tentu kepada bawahannya (Delegation).

Setiap manajer muda tentu pu­nya kesempatan dipercaya atasan bila mereka ingin belajar cepat dan bekerja smart dengan gaya kepemimpinan situasional. (*)