Untitled-9

BUMN Adhi Karya (ADHI) ditunjuk pemerintah sebagai pelaksana proyek dengan total kebutuhan investasi Rp24 triliun itu.

Oleh : YUSKA APITYA

Target pemerintah, proyek kereta cepat perkotaan seperti moda tren ini dapat dimulai pemban­gunannya tepat pada 17 Agustus 2015,’’ kata Deputi Sarana dan Prasarana Kementerian Perenca­naan Pembangunan Nasional/Bappe­nas, Dedy S Priatna di Jakarta, Senin (1/6/2015).

Dedy mengatakan, nantinya po­sisi investor untuk pengadaan kereta itu bisa saja menjadi investor strat­egis dalam pengadaan kereta itu atau hanya menjadi pemasok.

Hal itu, kata Dedy, tergantung oleh dana yang berhasil dihimpun Adhi melalui penerbitan saham baru (rights issue) dan Penyertaan Modal Negara. “Jika dananya mencukupi, Adhi bisa jalan sendiri (untuk pengadaan kere­ta). Investornya nanti bisa menjadi supplier (pemasok),” katanya.

Baca Juga :  Dituding Mencuri Dompet, Seorang Kakek Mendapat Perlakuan Kasar dari Warga

Pemerintah juga berencana meli­batkan BUMN PT Inka dalam pen­gadaan kereta LRT ini. Semua pilihan itu masih dikaji, tergantung tipe kere­ta yang nantinya akan digunakan.

Adhi Karya juga sedang men­unggu landasan hukum berupa Pera­turan Presiden untuk pelaksanaan proyek ini.

Sementara terkait jalurnya, Dedy mengatakan pembangunan akan dibagi dalam beberapa tahap. Tahap pertama dari rute Bekasi Timur, Ci­bubur, Cawang hingga Dukuh Atas. Rencananya, tahap pertama juga akan diikuti pembangunan rute dari Bogor, Cawang, hingga Dukuh Atas. “Tahap selanjutnya dari Tangerang,” kata Dedy.

Baca Juga :  Viral Mobil Dinas Patroli Jalan Raya Digunakan Untuk Pacaran

Pemerintah menargetkan proyek ini dapat beroperasi pada 2018. Tidak Perlu Pembebasan Lahan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengatakan pemban­gunan jalur LRT itu tidak memerlu­kan pembebasan lahan karena akan memakai jalur tol.

Direktur Utama PT Adhi Karya Kiswodarmawan menyebutkan, pan­jang jalur LRT yang akan dibangun sekitar 72 kilometer. Sementara ta­rif yang akan dikenakan kepada pe­numpang adalah Rp1.000 per kilo­meter. “Berarti kalau dari Cibubur – Cawang – Dukuh Atas kurang lebih 30 kilometer ya Rp30.000,” ujarnya, dikutip dari laman Sekretariat Kabi­net. (/net)