11116836_883011685092382_511292988_nBisnis kuliner memang tidak ada matinya. Masyarakatpun selalu tertarik untuk mencicipi kuliner baru yang muncul. Nah, satu lagi inspirasi kuliner di Tanah Air, yakni waffle ala Hong Kong. Berbeda dari waffle pada umumnya, yang ini memiliki bentuk dengan bulatan-bulatan keci di atasnya. Rasa dan taburan di atasnya pun kian beragam. Tidak heran bila penggemar kudapan ini meningkat, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Oleh : Apriyadi Hidayat
[email protected]

Salah satu pelaku usaha yang menjajal peruntun­gan bisnis waffle Hong Kong ini adalah Daniel Lim. Pria asal Surabaya ini menjalankan usaha gerai waffle Hong Kong bernama Gei dan Jai & Friends. Dia menjelaskan tiga kata gei dan jai dalam artian bebasnya berarti camilan yang bentuknya seperti telur ayam kecil yang berjajar.

Gei dan Jai & Friends berdiri pada 27 Februari 2009 di PTC Surabaya. Setelah 6 bulan berdiri daniel mulai be­rani menawarkan kemitraan. Sekarang total gerai GDJ & Friends ada 10 unit, yakni tiga gerai milik pusat dan sisan­ya gerai milik mitra di Surabaya, Malang, dan Semarang.

Baca Juga :  3 Tahun Menggeluti Kerajinan Kayu, Pria 27 Tahun Ini Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Jika Anda tertarik bergabung, daniel menawarkan paket investasi senilai Rp 55 juta. Nilai itu belum terma­suk sewa tempat. Fasilitas yang didapat mitra antara lain dekorasi desain tempat, tiga buah mesin pembuat waffle, perlengkapan usaha lainnya, bahan baku awal, seragam karyawan, serta materi promosi. Untuk pengadaan konter mitra harus menyiapkan biaya tambahan.

Jangka kerjasama untuk dua tahun. Jika ingin mem­perpanjang kontrak, mitra harus membayar Rp 6 juta per tahun, atau Rp 10 juta per 2 tahun. Sistem kemitraan ini ti­dak menerapkan biaya royalti. Namun, bahan baku utama wajib dipasok dari pusat.

Gei dan Jai & Friends menyajikan berbagai aneka waf­fle seperti black sesame(dengan campuran wijen hitam), chocolate cheese, coffee, mocca, loverly marmalade, hing­ga rasa matcha. Toppingnya beragam, mulai dari pisang, oreo, raisins, hingga kelapa.

Harus gencar promosi

Harga jual produk mulai dari Rp 12.000 hingga Rp 14.000 per porsi. Dari pengalaman penjualan di gerai mi­tra, dalam sehari GDJ & Friends dapat menjual 30 porsi-50 porsi per hari. Sehingga dalam sebulan omzet yang di­dapat bisa mencapai Rp 20 juta. Setelah dikurangi bi­aya operasional, mitra masih bisa meraup laba bersih sekitar 35% dari omzet. Sehingga target balik modal kurang dari setahun.

Baca Juga :  3 Tahun Menggeluti Kerajinan Kayu, Pria 27 Tahun Ini Mampu Ciptakan Lapangan Kerja

Daniel mengklaim, ada kelebihan produk gei dan jai & Friends. “Semua bahan baku tidak menggunak­an bahan pengawet,” tuturnya. Untuk luas tempat usaha, mitra wajib menyiapkan lokasi minimal 4 meter persegi dengan dua kary­awan.

Anang Sukandar, Pengamat Waralaba sekaligus Ketua Umum Asosiasi Franchise Indonesia me­nyampaikan, waffle ala Hong Kong belum terlalu populer ketimbang waffle dari Belgia. Ini menjadi pelu­ang karena masyarakat cenderung suka mencoba makanan baru, asal promosi dilakukan dengan gencar. Bagi calon mitra usaha, cermati leb­ih dulu kinerja pusat dalam dua ta­hun terakhir sebelum memutuskan bergabung.

Di Jakarta, sudah mulai banyak pelaku usaha kuliner yang menyu­guhkan waffle jenis iji, namun un­tuk di Bogor serpertinya belum ada. Nah, rasanya tak salah jika bisnis ini bisa menjadi inspirasi Anda yang in­gin memulai usaha.

(KTN)