088026200_1418274716-Imam_Nahrawi_11JAKARTA, Today – Ketua Umum PSSI, La Nyalla Mattalitti menegaskan tidak memberikan izin kepada Mahaka Sports and Entertainment untuk berkolaborasi dengan Tim Transisi bentukan Menpora dalam menggelar turnamen selevel Indo­nesia Super League (ISL).

PSSI menyayangkan sikap Kemenpora yang menggelar turnamen dan mengajak klub-klub ISL, setelah sanksi dijatuhkan FIFA.

Seperti dikabarkan sebelumnya, Tim Transisi mengklaim sudah menggaet sponsor dan operator, salah satunya Ma­haka Sport and Entertainment.

Promotor ini ditunjuk untuk meng­helat beberapa turnamen yang dibentuk Kemenpora seperti, Piala Presiden dan Piala Kemerdekaan.

“PSSI tidak pernah mengizinkan Ma­haka untuk koordinasi dengan pihak lain seperti tim transisi. Sekarang semuanya sudah rancu jadi semuanya (perizinan) sementara di hold dulu,” kata La Nyalla saat dihubungi oleh Okezone melalui pesan singkat BBM, Kamis (11/9/2015).

“Semuanya mengaku-ngaku opera­tor tapi klubnya ambil dari PSSI,” tam­bahnya.

Sementara itu untuk menanggapi pu­tusan sela Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) tanggal 22 April 2015 yang di­menangkan PSSI.

Organisasi sepakbola terbesar di In­donesia itu menegaskan akan menggelar turnamen untuk mengisi kekosongan setelah sanksI FIFA dijatuhkan. “Kami tetap akan lakukan turnamen di luar bu­lan puasa,” tutupnya.

Kompetisi Ala Menpora Berisiko Sanksi

Sebagian besar klub papan atas atau ternama Indonesia enggan mengikuti kompetisi garapan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora). Bertarung dalam kompetisi tanpa melibatkan PSSI, meru­pakan pelanggaran berat.

Persela Lamonga juga berpikir sep­erti itu. Tim berjuluk Laskar Joko Tingkir mengakui posisi tim sangat riskan dalam kompetisi ala Menpora. Klub dihadap­kan pada dua pilihan yang sama-sama sulit.

“Kami ingin ada kompetisi di bawah PSSI, tapi terganjal izin keamanan. Se­dangkan kompetisi yang dirancang Menpora tidak melibatkan PSSI. Klub di­hadapkan pada pilihan yang sama-sama sulit untuk dilakukan,” kata CEO Persela Lamongan Debby Kurniawan di Lamon­gan, Kamis (11/6/2015).

Persela pun menyatakan tidak ikut am­bil bagian dalam Piala Kemerdekaan yang digulirkan Menpora. Alasannya san­gat berisiko mengikuti kompetisi yang digelar di luar federasi karena bisa berujung sank­si. “Risikonya sangat be­sar,” kata Debby.

Klub-klub sudah mendapatkan surat ter­kait gelaran Piala Pres­iden yang rencananya dihelat mulai 16 Juni. Hanya saja dalam surat pemberitahuan tersebut tidak dicantumkan soal perangkat pertandingan serta elemen lain yang men­dukung kom­p e t i s i .

(Imam/ net)