Untitled-8BOGOR, TODAY – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di wilayah Kabupaten Bogor terus diberantas. Kini, Polres Bogor mengambil sampel urine dari 417 Kepala Desa yang ada tersebar di 40 Kecamatan.

Hal itu diungkapkan Ka­polres Bogor, AKBP Suyudi Ario Seto sebagai upaya pence­gahan peredaran narkoba di Bumi Tegar Beriman. Terlebih untuk para kades yang harus selalu bersih dari barang ha­ram itu.

“Kalau mau jadi pemimpin itu harus bebas dari narkoba. Jadi ini peringatan untuk ke­pala desa agar tidak coba-coba dengan narkoba. Kami juga berkoordinasi dengan Pemkab Bogor untuk melakukan tes ini,” ujar Kapolres.

Baca Juga :  7 Penyandang Difabel di Kecamatan Cigudeg Terima Bantuan Kursi Roda

Polres Bogor sendiri yang memfasilitasi tes urine ini meski waktu pelaksanaannya belum ditentukan. Namun Ka­polres berjanji segera melak­sanakan tes urine ini. “Kades itu harus jadi tauladan bagi warganya dan tidak boleh menggunakan narkoba,” lanjut Suyudi.

Baca Juga :  Pemerintah Kabupaten Bogor Alokasikan APBD 2021 Sebesar 2,325 Miliar Untuk TMMD 112  di Klapanunggal

Sebelumnya, terungkap Sek­retaris Kecamatan (Sekcam) Kemang yang menggunakan narkoba dan kepolisian serta Pemkab Bogor tidak ingin hal itu terulang ke para kades yang jumlahnya sangat banyak ini.

Polres Bogor juga sebe­lumnya telah mengungkap peredaran narkoba be­berapa pekan lalu dengan menangkap 17 orang yang diduga sebagai pengedar narkoba. Bahkan ada sepas­ang suami istri yang terlibat dalam jaringan tersebut.

(Rishad Noviansyah)