Untitled-9BOGOR TODAY – Menjelang bergulirnya pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2015, Dinas Pendidikan (Dis­dik) Kota Bogor gencar melakukan so­sialisasi melalui media-media informasi kepada masyarakat Kota Bogor, baik me­dia cetak maupun elektronik. Hal ini dis­ampaikan Kepala Seksi Kurikulum Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan, Jajang Koswara.

“Sebelum PPDB dilaksanakan, terlebih dahulu kami mempersiapkan SDM-nya dengan memberikan pelatihan kepada operator-operator di sekolah dan sosial­isasi ke sekolah-sekolah. Disamping itu, pada pelaksanaan PPDB Online tahun 2015 kami menggandeng pihak ketiga yai­tu Pustekom, yang membantu dalam pe­nyediaan server, program dan onlinenya.” kata Jajang.

Menurut Jajang, PPDB tahun 2015, ter­diri dari 4 jalur. Ke empat jalur tersebut adalah jalur prestasi (japres) atau Offline, jalur siswa miskin, jalur anak kandung dari tenaga pendidik dan kependidikan, serta jalur reguler atau Online. Jalur pr­estasi, lanjutnya, diperuntukan bagi siswa yang memiliki prestasi mulai dari tingkat kota, provinsi, nasional hingga interna­sional yang mencakup banyak bidang dengan tetap mengikuti tahap seleksi dan kriteria. “Pelaksanaan pendaftaran Japres dilaksanakan tanggal 11 sampai dengan 13 Juni 2015. Kuato untuk japres adalah 15 persen per sekolah,” ujar Jajang.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

Bagi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan, dapat mendaftarkan anak kandung di tempat mereka bekerja. “Kebi­jakan ini sudah diatur dalam PP No.17 tahun 2010. Hal ini juga untuk mengakomodir dan memfasilitasi pengabdian tenaga pen­didik dan kependidikan, baik PNS maupun Non PNS. Hal ini berlaku untuk tahun 2015, berikutnya akan dikaji lagi,” ujar Jajang.

Baca Juga :  Masyarakat Bogor Keluhkan Cuaca Panas, Ini Penjelasan BMKG

Selain itu, Walikota Bogor Bima Arya berusaha mengakomodir bagi siswa mis­kin warga Kota Bogor yang benar-benar ingin bersekolah. “Untuk jalur ini dan jalur anak kandung tenaga pendidik/ kependidikan kuatonya hanya 10 persen. Selain seleksi umum ada juga seleksi administrasi, seperti Kartu Perlindungan Sosial, Kartu Indonesia Pintar dan Kartu Keluarga Kota Bogor,” papar Jajang.

Jajang berharap PPDB 2015 Kota Bogor bersih dari praktek-praktek kotor yang da­pat mecederai salah satu misi Kota Bogor yaitu tranparansi. Dengan 4 jalur pendaf­taran ini, tidak ada alasan bagi warga Kota Bogor untuk tidak bersekolah.

(Yuska Apitya Aji)