maenbal_Tri-Aji_Pelatih-Persib-Bandung-Emral-Abus.-600x393

BANDUNG, Today – Pelatih Persib Bandung di ajang Inter­nasional, Emral Bin Bustamam menyayangkan bila Persib turut membubarkan diri.

Sebab, menurut Emral Persib adalah tim yang sangat kompak. Apalagi unsur kekeluargaan san­gat kental di Persib.

Selama menukangi di Piala AFC 2015, Emral tidak menemukan ni­lai minus di Maung Bandung.

“Sangat menyayangkan bila sampai ikut bubar, karena Persib ini tim yang sudah padu dan rata-rata religius, semuanya dari mulai pemain, manajer, tim pelatih, dan ofisialnya kompak,” tuturnya.

Jika bubar, Emral akan me­mahami keputusan PT Persib Bandung Bermartabat, selaku pengelola klub. Alasannya, kare­na secara finasial setiap klub di­pastikan tekor.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

Sebab PT PBB harus terus mengelontorkan uang untuk ke­butuhan tim, sementara kompe­tisi tengah mati suri.

“Tapi pembinaan di klub itu kan uangnya tidak sedikit, gaji pemain pelatih kan harus dibayar, jadi manajemen ber­pikir juga karena sepak bola In­donesia belakangan ini arahnya kan tidak jelas,” ujarnya.

Suspend yang dijatuhkan FIFA diawali saat pemerintah dinilai terlalu mengintervensi sepak bola nasional. Sebelum­nya, Kemenpora lewat Menpora Imam Nahrawi membekukan PSSI sebagai induk organisasi sepakbola di negeri ini.

Tambah Emral, jika PSSI bisa diaktifkan kembali, bukan tak mung­kin FIFA akan menarik sanksi-nya.

“Mudah-mudahan dalam waktu dekat kemenpora dan PSSI sudah sejalan, kalau sanksi sudah dicabut PSSI juga lepas dari huku­man FIFA. Kasihan ini banyak pen­gangguran, akibat sepakbola kita yang tidak jalan,” harap Emral.

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua

Tak hanya itu, dia juga ke­cewa karena batalnya kursus kepelatihan C AFC di Sawangan, Depok, yang seharusnya digelar mulai 1 hingga 13 Juni.

Diketahui, seusai diberikan sank­si, Indonesia juga tidak mendapat­kan keuntungan dari FIFA dan AFC melalui program pengembangan, kursus, dan pelatihan.

“Termasuk kursus kemarin, padahal saya sudah sampai di Sawangan untuk C AFC, batal karena enggak boleh, kalau di­lanjutkan juga tidak diakui,” un­gkap Instruktur Pelatih AFC dan Nasional ini.

(Imam/net)