latihan-tim-persipura-jayapura_20150216_164949JAYAPURA, Today – Kompetisi Liga Indonesia yang belum juga menemui titik terang kembali memakan korban. Kali ini giliran tim raksasa Persipura Jayapura yang resmi dibubarkan.

“Hari ini, jam ini dan detik ini, Per­sipura Jayapura dibubarkan,” kata Ketua Umum Persipura Benhur Tom­my Mano dalam sesi konferensi pers di Jayapura seperti dilansir Antara, Jumat (5/6).

Hal itu membuat para pemain bakal menjadi pengangguran. Sebab, kontrak mereka bersama tim berjuluk Mutiara Hitam tersebut resmi diputus di tengah jalan. “Semua pemain putus kontrak. Tim kembali jika sanksi PSSI dicabut Menpora dan BOPI,” tambah Benhur.

Benhur menambahkan, hingga kini pihaknya belum mengetahui jad­wal pembentukan tim lagi. Persipura sebenarnya sudah mencoba melobi para sponsor. Sayangnya, hingga kini langkah itu belum membuahkan hasil.

“Kami sudah bicara dengan para sponsor soal keadaan sepak bola. Na­mun sponsor belum berikan jawaban. Kalau mereka kasih jawaban tetap membiyai maka kami bisa berikan gaji pemain dan lainnya,” kata sang mana­jer Rudi Maswi.

PSSI Memaklumi

Persatuan Sepakbola Seluruh Indo­nesia (PSSI) melalui Sekjennya, Azwan Karim, berkomentar soal dibubarkan­nya skuad Persipura Jayapura. Azwan mengungkapkan apa yang dilakukan Mutiara Hitam adalah hal yang wajar.

Sebagaimana diketahui, skuad Per­sipura Jayapura telah resmi dibubar­kan oleh manajemen klub terhitung Jumat (5/6/2015).

Ketua Umum tim Mutiara Hitam, Benhur Tommy Mano, membubarkan tim lantaran tidak adanya kepastian terkait nasib klub-klub sepakbola In­donesia pascasanksi FIFA pada PSSI.

Boaz Solossa dkk memang kerap menjadi korban kusutnya kondisi sepakbola Indonesia. Tentu masih ter­gambar jelas di ingatan kita saat mer­eka gagal bertanding melawan Pahang FC di babak 16 besar AFC Cup 2015 akibat tiga pemain asing tim tamu ti­dak mendapat visa.

“Wajar Persipura melakukan itu. Pemain-pemainnya diliburkan, sep­erti yang dilakukan Persib Bandung juga kan. Ya mau gimana lagi. Mer­eka sudah tidak bisa berlaga di AFC Cup gara-gara sanksi yang kita teri­ma dari FIFA,” kata Azwan, Jumat (5/6/2015).

Azwan mengungkapkan belum melakukan pembicaraan lebih lanjut dengan para klub. Namun ia meya­kini klub-klub besar di Indonesia pu­nya kebijakan masing-masing untuk menghadapi permasalahan yang ada pada saat ini.

“Klub-klub besar tahu harus ber­buat apa, Mereka tidak akan ikut kom­petisi yang rencananya ingin diada­kan Menpora (untuk menyelamatkan nasib para pemain). Kalau mengikuti­nya, mereka akan mendapat sanksi PSSI. Mereka tahu itu kok. Tidak perlu kami ingatkan lagi,” jelasnya.

(Imam/net)