Berita-2-(2)BOGOR, Today – Persatuan Sepakbola Bogor (PSB) harus mengubur dalam-dalam mimp­inya untuk menjadi jawara pada turnamen Pra Musim Liga Nus­antara (Linus) Bupati Cup yang digelar di Subang. Langkah tim berjuluk Laskar Pakuan tersebut diganjal oleh Bareti FC.

Ketua Umum (Ketum) PSB, HM Idris mengatakan bahwa PSB mematok target sebagai juara umum dalam turnamen tersebut. Namun apa mau di­kata, Laskar Pakuan dipaksa mengakui keunggulan Bareti FC melalui drama adu penalti.

“Saya cukup puas melihat penampilan anak-anak. Walau­pun langkah kami hanya sampai babak semifinal, namun mereka sudah menunjukkan permainan yang baik dan terlihat ada prog­ress menggembirakan diband­ingkan sebelumnya,” katanya Minggu (7/6/2015).

Menurut Idris, grafik per­mainan menunjukkan pen­ingkatan. Hanya saja, timnya kurang beruntung saat mela­koni drama adu penalti. “Per­forma bisa dipertahankan, bah­kan sejumlah peluang mampu diciptakan. Lemahnya penyele­saian akhir membuat peluang itu gagal menghasilkan gol,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gibas Sukses Gelar Pertandingan Muaythai, Wakil Walikota : Ganti Tauran Dengan Prestasi

Meski kompetisi Liga Nus­antara belum jelas, Idris akan melakukan evaluasi secara me­nyeluruh. Sang Ketum berjanji, jika ada turnamen serupa, PSB akan ambil bagian untuk men­gasah mental, sekaligus mem­bentuk karakter. “Kami gagal di Subang bukan dikarenakan penampilan yang buruk. PSB hanya kurang beruntung setelah gagal saat adu penalti. Permain­an sudah banyak kemajuan, kami bisa unggul dalam hal pen­guasaan bola, kerjasama antar­lini pun sudah bagus,” jelasnya.

Belajar dari turnamen di Subang, Idris akan melakukan evaluasi dengan melibatkan se­tiap pengurus. “Kegagalan ini merupakan pengalaman yang sangat berharga. Evaluasi men­jadi agenda penting, dan saya akan melibatkan pengurus, tim pelatih, dan para pemain. Kami harus lebih baik lagi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Gibas Sukses Gelar Pertandingan Muaythai, Wakil Walikota : Ganti Tauran Dengan Prestasi

Persiapan para pemain se­belum turun di kompetisi ses­ungguhnya harus dilakukan. Banyaknya menggelar laga uji coba, kata Idris akan membuat mental pemain semakin bagus. “Pemain harus mempunyai mental yang kuat, selain itu ke­bugaran fisik wajib terjaga. Saya menyoroti mental pemain se­dikit drop saat melakukan adu penalti,” ucapnya.

Idris berharap, PSB bisa leb­ih baik, keterlibatan pemerintah kota juga diharapkan turut serta membangun kemajuan ‘Laskar Pakuan. “Kami membutuhkan dukungan, salah satunya dari pemerintah daerah,” ujarnya.

Di babak penyisihan, PSB bermain impresif dalam tiga pertandingan. Bermain dengan skor imbang 1-1 saat berhada­pan dengan Benfika Karawang, menghasilkan skor kacamata kontra Persikas Subang dan terakhir unggul 2-0 berhada­pan dengan Bandung Timur FC.

(Adilla Prasetyo Wibowo)