maya-pengemis-masih-berjajar-4-1024x711

BOGOR, TODAY – Jelang bulan suci rama­dan, jajaran Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bogor kembali mel­akukan operasi khusus bernama ‘Ope­rasi Wewangian’ untuk mengantisipasi membludaknya anak jalanan (Anjal) dan pengemis di Kota Hujan.

Selain menggelar operasi khusus, Kasatpol PP, Eko Prabowo juga mende­sak Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan (Dinsonakertrans) untuk membuat satu program unggulan demi mewujudkan visi dan misi Pemerintah Kota Bogor agar ber­sih dari Penyandang Masalah Kesejahter­aan Sosial (PMKS).

Eko mengakui operasi ini masih dira­hasiakan mengenai Standart Operasinal Procedure (SOP) Pol PP. Apalagi jumlah gepeng makin bertambah menjelang bu­lan Ramadan.

Baca Juga :  Waspada Penyakit ISPA Pada Anak yang Perlu Diketahui, Berikut Penjelasan Dokter Spesialis Kesehatan Anak RS. Azra

“Kami akan lakukan operasi wewan­gian, ini teknik baru. Tidak bisa dengan kejar-kejaran. Itu masih rahasia, jika kami beberkan nanti ketauan dong,” ungka­pnya.

Penegakan Perda ketertiban umum, yang rutin dilakukan oleh Satpol PP akan menjadi sia-sia ketika dinas terkait tidak mempunyai program yang bersinergi dengan tindakan ini.

Pria beralis tebal ini mengakui, ham­pir setiap hari, mulai dari Senin-Kamis, anggotanya rutin menggaruk PMKS di semua titik. Namun, giat ini hanya sek­edar pembersihan saja, bukan melaku­kan pembinaan seperti yang seharusnya dilakukan oleh Dinsonakertrans.

Baca Juga :  Beredar Video Tumpahan Oli di Citeureup Bogor, Warganet : Harus Diusut

“Memang Dinsonakertrans punya peran yang luar biasa. Pol PP hanya men­jalankan tugas, kami hanya penegak Perda. Namun untuk Dinsos juga tidak punya pro­gram hasil tangkapan kami, jadi setelah di­tangkap yah besoknya datang lagi,” katanya.

Eko menambahkan, anjal dan gepeng yang tertangkap dapat dilakukan pene­kanan dengan cara dipanggil orang tuan­ya, bahkan bisa dikirim kembali ke daerah asal. Dirinya menyadari, langkah ini tidak dapat mewujudkan program Pemkot.

(Rizky Dewantara)