IMG_20150415_081311

PARIWISATA merupakan integral pembangunan yang semakin dipertimbangkan oleh negara-negara di seluruh dunia. Pengaruh pembangunan pariwisata terhadap perkembangan regional, terutama peningkatan percepatan pembangunan dan perekonomian wilayah cukup besar. Hal ini menyebabkan pembangunan pariwisata menjadi salah satu sektor yang menjadi prioritas, khususnya di negara-negara berkembang termasuk Indonesia.

Oleh: SANDI M. ILHAM

Berdasarkan laporan World Economic Forum 2015 saat ini pariwisata Indone­sia masih berada pada peringkat 50 di dunia se­belumnya pada tahu 2010 pada posisi 81. Tambahan Kemen­trian Pariwisata mengemuka­kan telah terjadi peningkatan jumlah wisatawan internasional berkunjung dengan pendapa­tan 10.054.15 million U$ pada Tahun 2013 dan meningkat 5% dalam tiap Tahunnya.. Mem­pertimbangkan kondisi terse­but sudah seharusnya pengem­bangan pembangunan sektor pariwisata dilaksanakan secara optimal dalam kontribusinya kepada lingkungan, sosial, eko­nomi dan budaya, khususnya terhadap seluruh masyarakat di Indonesia agar dapat mera­sakan manfaat dari pembangu­nan yang dilaksanakan di dae­rahnya.

Salah satu daerah di Indone­sia yang sedang dikembangkan kegiatan pariwisatanya adalah Kota Bogor. Kota Bogor berada di tengah-tengah wilayah Kabu­paten Bogor dan tidak jauh de­gan Ibukota Indonesia, begitu pun dengan Ibukota Provinsi Jawa Barat yaitu Bandung. Ke­beradaan letaknya yang strat­egis merupakan potensi untuk pengembangan pembangunan, pertumbuhan ekonomi dan pelayanan, pusat industri nasi­onal, perdagangan, transporta­si, komunikasi dan pariwisata. Tambahan lain pada lingkup kepariwisataan internasional, kedekatan Kota Bogor dengan Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan inter­nasional, merupakan salah satu peluang untuk pengembangan pariwisata. Selain itu, kota ini merupakan salah satu desti­nasi pariwisata penting dalam pembangunan pariwisata Indo­nesia, khususnya provinsi Jawa Barat dengan memiliki beber­apa destinasi pariwisata yang menjadi poin daya tarik, baik wisatawan domestik dan inter­nasional.

Data secara signifikan menunjukan perbedaan antara jumlah kunjungan wisatawan domestik dan internasional. Kunjungan wisatawan inter­nasional jumlahnya sangat ke­cil jika di bandingkan dengan jumlah wisatawan domestik, walaupun dalam skala lokal, re­gional dan nasional Kota Bogor merupakan salah satu destinasi pariwisata yang cukup di kenal.

Berdasarkan pada pendeka­tan supply-demand pariwisata yang di adopsi dari konsep Coo­per et all (1999) dengan men­gacu pada Undang-undang No. 10 Tahun 2009 tentang Kepari­wisataan dan perencanaan pariwisata pemerintah daerah Kota Bogor. Pendekatan suplly melihat potensi pariwisata Kota Bogor, sedangkan pendekatan demand melihat wisatawan in­ternasional. Sebagai tambahan, teori dan konsep lain berkai­tan pengembangan pariwisata digunakan dalam penelitian untuk lebih menyempurnakan hasil penelitian. Terakhir, pene­litian didasarkan pada research model.

Menurut Undang-undang No. 10 Tahun 2009 pariwisata adalah berbagai macam keg­iatan wisata dan didukung berb­agai fasilitas serta layanan yang disediakan oleh masyarakat, pengusaha, pemerintah, dan pemerintah daerah, sedangkan usaha pariwisata adalah usaha yang menyediakan barang dan/ atau jasa bagi pemenuhan ke­butuhan wisatawan dan peny­elenggaraan pariwisata.

Wilayah Potensial Pengem­bangan Destinasi Pariwisata

Secara geografis Kota Bogor terletak di 106.48 ° Bujur Timur dan 6.36 ° Lintang Utara8 . Luas Kota Bogor adalah 111, 73 km2 (0.27 % dari luas Provinsi Jawa Barat)9 dengan batas wilayah meliputi: -Utara : Kecamatan Kemang, Bojong Gede, dan Su­karaja, Kabupaten Bogor. -Se­latan : Kecamatan Cijeruk dan Caringin, Kabupaten Bogor. -Barat : Kecamatan Darmaga dan Ciomas, Kabupaten Bogor. -Timur : Kecamatan Sukaraja dan Ciawi, Kabupaten Bogor.

Secara perwilayahan ter­diri dari beberapa kecamatan, yaitu; Kecamatan Tanah Sa­real, Bogor Utara, Selatan, Barat, Timur, dan Bogor Ten­gah. Secara administratif dan geografis, Kota Bogor berada pada posisi strategis, berada dekat dengan Jakarta sebagai Ibukota Negara Republik Indo­nesia di sebelah Utara (± 60 km) dan Ibukota Provinsi Jawa Barat, Bandung (± 180 km)10 . Potensi pariwisata Kota Bogor di dukung oleh lokasinya yang strategis dalam lingkup kepari­wisataan Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Pada lingkup kepariwisataan nasional, kota ini merupakan salah satu pintu gerbang masuk wisatawan dari Jakarta menuju wilayah lain di Jawa Barat, terutama ke jalur Kawasan Puncak yang meru­pakan salah satu destinasi pari­wisata nasional.

Kedekatannya dengan Kota Jakarta dan kabupaten atau kota lain di Jawa Barat sebagai sumber pasar wisatawan do­mestik menjadikan Kota Bogor menjadi salah satu destinasi pariwisata unggulan secara na­sional. Tambahan lain dalam lingkup kepariwisataan inter­nasional, keberadaan nya yang dekat dengan Ibukota Jakarta sebagai salah satu pintu masuk utama wisatawan internasional, merupakan salah satu peluang untuk pengembangan pariwisa­ta kota iniSelain itu Kota Bogor memiliki sejarah panjang di masa lampau yang cukup pent­ing, mulai dari sejarah Kerajaan di Jawa (Pakuan Pajajaran) dan sejarah kolonial (Inggris, Be­landa dan Jepang) di Indonesia. Catatan sejarah perkembangan Kota Bogor dari waktu ke waktu yang peninggalan nya sampai sekarang masih ada sebagai bukti sejarah berharga seperti; prasasti batu tulis, dokumen­tasi dan bangunan-bangunan peninggalan sejarah masih ter­pelihara dan sebagian masih di­gunakan sampai saat ini.

Konsep pariwisata dapat di lihat dari dua sisi yang ber­beda, yaitu; penawaran dan permintaan. Penawaran berkai­tan dengan segala sesuatu yang ditawarkan pada sebuah des­tinasi wisata, sedangkan per­mintaan berkaitan dengan se­gala sesuatu yang diminta oleh wisatawan pada sebuah desti­nasi wisata. Dalam hal ini di dis­kusikan mengenai penawaran pariwisata Kota Bogor untuk pengembangan sebagai destina­si pariwisata internasional yang meliputi; destinasi pariwisata, daya tarik wisata pendukung, fasilitas pariwisata serta trans­portasi.

Destinasi Pariwisata Daya tarik pariwisata (tourism re­sources and attraction) atau potensi kepariwisataan yang dimiliki oleh Kota Bogor pada umumnya berupa; sumber­daya alam (natural resources) dan sumberdaya kebudayaan (cultural resources) dan manu­sia (human resources) sebagai pelaku pariwisata (Soekadijo, 2000). Daya tarik wisata meru­pakan suatu yang menjadi fak­tor yang menyebabkan wisa­tawan datang mengunjungi sebuah tempat atau daerah, se­lain tambahan dukungan fasili­tas, transportasi, dan pelayan­an pariwisata lain yang berada di kota ini. Beberapa destinasi pariwisata yang menjadi daya tarik wisatawan diantaranya; Istana Presiden, Kebun Raya Bogor, Museum Zoologi, Muse­um Ethnobotani, Museum Pem­bela Tanah Air dan Situ Gede. Distribusi lokasi destinasi pari­wisata tersebut berada di seki­tar Istana Presiden dan Kebun Raya, pusat pelayanan publik serta pemerintahan Kota Bogor.

Daya Tarik Pariwisata Pen­dukung Selain memiliki be­berapa destinasi pariwisata, Kota Bogor memiliki beberapa bangunan peninggalan sejarah yang sampai saat ini masih di­pelihara, dipertahankan dan di­gunakan. Bangunan peningga­lan tersebut merupakan suatu daya tarik yang dapat mendu­kung pengembangan pariwisa­ta. Bangunan ini merupakan peninggalan yang memiliki kai­tan sejarah perkembangan Kota Bogor pada masa lampau, teru­tama sejarah kolonial Belanda di kota ini pada abad ke 18-19. Secara umum arsitektur ban­gunan di pengaruhi gaya ban­gunan Belanda dan Eropa, den­gan mengadaptasi kondisi lokal (arsitektur dan kondisi iklim tropis) seperti yang dapat di li­hat pada bangunan balai kota, kantor-kantor pemerintahan, sekolah, perpustakaan, pusat penelitian, hotel, bangunan peribadatan dan bangunan lain nya. Lokasi bangunan pening­galan ini tersebar di sekitar pusat Kota Bogor, tepatnya be­rada di sekitar Istana Presiden dan Kebun Raya Bogor.

Fasilitas Pariwisata Pari­wisata merupakan sebuah ke­giatan penyediaan fasilitas dan pelayanan terhadap wisatawan dalam menikmati pengalaman perjalanan nya pada suatu tempat atau destinasi. Fasilitas pariwisata yang penting dalam mendukung pembangunan pariwisata diantaranya seperti; akomodasi, tempat makan dan minum serta fasilitas pelayanan umum yang lain (telekomunika­si, air, listrik, internet, dan yang lainnya). Beberapa penyediaan fasilitas dan pelayanan untuk mendukung pembangunan pariwisata Kota Bogor, seperti; akomodasi, restoran dan peru­sahaan jasa pariwisata.

# Penulis adalah Ketua Bidang Pariwisata Budaya dan Ekonomi Kreatif