IMG_3590KEAGUNGAN Sang Maha Kuasa dirasakan betul oleh siswa dan siswi Sekolah Menengah (SM) Sekolah Alam Kota Bogor, saat menginjakkan kakinya di pegunungan Rinjani. Jiwa kepemimpi­nan itu tumbuh, namun luluh di hadapan Tuhan.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Sekolah Menengah Sekolah Alam Bogor membawa konsep Leadership Core, yaitu kepemimpinan yang dimulai dengan kepemimpinan diri sebagai media untuk berkontribusi terhadap perada­ban. Menuju output tersebut tahapan pem­belajaran mengintegrasikan tiga pilar sekolah alam yaitu Pilar Akhlak, Pilar Ilmu, dan Pilar Kepemimpinan yang dikaitkan dengankon­teks alam, budaya, dan masyarakat sekitar agar peserta didik beroleh pengetahuan dan pengalaman di kehidupan nyata. “Salah satu bentuk ragam kegiatan pembelajaran hidup yang dilakukan adalah melakukan perjalanan dan proyek kontribusi, yang dikemas dalam program Ekspedisi Cakrawala,” ujar Okwan Himpuni, Kepala Sekolah SM Sekolah Alam Bogor.

Ekspedisi Cakrawala merupakan ekpedisiakhir dari rangkaian ekpedisi di Sekolah MenengahSekolah Alam Bogor. Ekspedisi merupakan program pembelajaran melakukan sebuah perjalanan beberapa hari untuk mere­fleksi kehidupan nyata.

“Siswa belajar cara mempersiapkan bekal untuk sebuah perjalanan seperti halnya men­jalani kehidupan. Sikap santun, kehati-hatian, disiplin, persiapan matang dan aturan yang jelas serta kedekatan dengan Allah SWT adalah beberapa hal yang menjadi penekanan dalam kegiatan ini, ini sebuah kelas tanpa batas,” pa­parnya.

Ekspedisi Cakrawala 2015 dilakukan ke Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat (NTB) denganmengusung tema “Tebar Salam Sembalun”. Tema ini mencerminkan bahwa aktivitas di lingkungan sangat erat kaitannya dengan kebermanfaatan. “SALAM merupakan nilai-nilai Sekolah Alam Bogor yang merupakan kependekan dari Semangat, Akhlak, Luas wa­wasan, Amanah, dan Manfaat,” jelasnya.

Melalui tema ini, diharapkan warga di lingkungan Sekolah Alam Bogor menjadi insan yang memiliki semangat juang dan keikhlasan, berakhlakmulia, terus belajar, menjadi pelopor dalam setiap kebaikan dan senantiasa memberikan manfaat.

Sembalun adalah nama sebuah desa di kaki Gunung Rinjani, Nusa Tenggara Barat yang menjadi sasaran proyek kontribusi pada ekpedisi cakrawala. Kegiatan ini dilaku­kan pada 14 – 23 Mei 2015 di Desa Sembalun dan Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) Provinsi Nusa Tenggara Barat. Berbagaike­giatan yang dilakukan dalam ekspedisi itu adalah proyek kontribusi membuat mini library, tong sampah, wakaf Al Qur’an, fil­trasi air dan tanam pohon di Desa Sembalun Lawang, Nusa Tenggara Barat pada Sabtu (16/05/2015). Kegiatan dilanjutkan dengan pendakian Gunung Rinjani pada 17-21 Mei 2015. Ekspedisi Cakrawala 2015 ditutup dengankegiatan jelajah budaya adat sasak NTB.

Kegiatan ini diikuti oleh 40 siswa SMP kelas 9 dan didampingi oleh 8 orang guru. Para siswa mengikuti kegiatan ini denganpenuh antusias dan mampu menggali banyak ilmu dan wawasan. “Banyak manfaat dan pembelajaran yang bisa di­petik dari kegiatan ini. Kami seolah-olah diajak dalam sekolah yang luas, ilmu yang tak berbatas dan secara praktis melatihkemandirian dan kepemimpinan,” tangga Haura Zakia, salah satu siswi yang mengi­kuti kegiatan ini.

Ekspedisi Cakrawala diharapkan mengan­tarkan para siswa menjadi insan yang memi­liki semangat juang dan keikhlasan, berakhlak mulia, terus belajar, menjadi pelopor dalam setiap kebaikan dan senantiasa memberikan manfaat dimana pun berada. mbuh, namun luluh di hadapan Tuhan.