korsel-akan-balas-provokasi-rudal-balistik-korut-84748

SEOUL, TODAY — Dua Korea tampaknya bakal tegang lagi. Mi­liter Korea Selatan (Korsel) mulai memprovokasi Korea Utara (Ko­rut) dengan menggelar uji coba rudal balistik terbaru. Rudal ini diklaim mampu mengenai sasa­ran hingga sejauh wilayah Korut.

Rudal ini dikembangkan di bawah kesepakatan baru dengan Amerika Serikat, yang mengizink­an Korsel untuk mengembangkan jangkauan rudal hingga mencapai 800 kilometer. Demikian sep­erti disampaikan kantor Presiden Korsel dan dilansir Reuters, Rabu (3/6/2015).

Disebutkan bahwa Presiden Park Geun-hye mendatangi pan­gkalan rudal di pantai barat neg­ara tersebut untuk mengawasi langsung uji coba rudal. Uji coba ini disebut akan menjadi bagian penting dalam pertahanan Korsel untuk menghadapi ancaman nuk­lir dan rudal Korut.

Baca Juga :  Menghindari Penggeledahan Petugas, Seorang Narapidana Nekat Telan Ponselnya

“Uji coba ini menunjukkan ke­mampuan rudal balistik yang telah dikembangkan, yang mampu me­nyerang seluruh bagian wilayah Korea Utara dengan cepat, dan dengan ketepatan, dalam agre­si bersenjata atau provokasi,” demikian pernyataan Blue House, atau kantor Presiden Korsel.

Uji coba rudal Korsel ini ter­jadi selang sebulan setelah Korut mengklaim pihaknya berhasil melakukan uji coba rudal balistik yang diluncurkan dari kapal se­lam. Jika klaim itu benar adanya, maka ini berarti kemampuan ru­dal Korut mengalami kemajuan. Walaupun banyak pengamat dan pemimpin militer AS mempertan­yakan klaim Korut tersebut.

Sementara itu, rudal Korsel yang diuji coba ini merupakan yang pertama dikembangkan di bawah panduan terbaru yang disepakati dengan AS pada tahun 2012 lalu. Salah satu poin dalam kesepakatan itu ialah jangkauan rudal yang dua kali lipat lebih jauh dari sebelumnya, demi menang­kal kemampuan rudal negara tet­angganya, Korut.

Baca Juga :  Pasutri di Belgia Berikan Nama 11 Anaknya Hanya Mengunakan 4 Huruf

Selama ini Korut sendiri telah mengerahkan rudal-rudalnya dengan berbagai macam jang­kauan. Negeri komunis itu juga diyakini tengah mengembangkan rudal antar benua yang dimak­sudkan untuk membawa senjata nuklir. Korut tetap melakukan uji coba rudal meskipun mendapat berbagai macam sanksi dari PBB.

(Alfian Mujani)