BANDUNG, Today – Pembinaan usia muda jangan terbawa situasi terkait dihentikannya kompetisi dan jatuhnya sanksi FIFA kepada Indonesia.

Sebab, penyelamatan pembinaan usia muda saat ini jauh lebih penting dari sebuah gelaran turnamen klub profesional.

Hal itu ditegaskan oleh Sutiono Lamso. Menurut mantan pemain Persib ini, kondisi sekarang bisa saja menjadikan sepakbola punah di Indonesia, jika pemain usia dini sudah ti­dak lagi mempunyai semangat untuk bermain bola.

“Kompetisi profesional memang penting, tapi coba bayang­kan saat ini semua hanya fokus pada cara bergulirnya kompe­tisi, dan ternyata lama selesainya, sementara generasi usia dini sudah tidak lagi bersemangat,” ucapnya di Stadion Sidolig.

Sutiono mencontohkan, pada Sekolah Sepakbola (SSB) mi­liknya, Bumi Parahyangan Sutiono Lamso (Bupa SL). Saat ini sudah mulai terasa penurunan peminat, tidak tanggung seki­tar 25 persen dari tahun lalu.

Ia pun mengaku kerepotan untuk menjaga semanagat anak-anak asuhnya yang saat ini masih berlatih bersamanya.

Sutiono pun berharap semua pemangku kebijakan yang ingin mem­p e r b a i k i sepakbola Indonesia untuk m e l i r i k pembinaan usia muda, selain s a r a n a dan prasarana sebagai penun­j a n g utama sebuah kata prestasi di­dapat ­kan.

Kompetisi terhenti ini hanya b a g i a n kecil karena sekarang yang penting adalah pembinaan usia muda. Jadi harusnya fokus untuk itu.

“Kedepan kita semua berharap muncul lebih banyak lagi pemain sepak bola Indonesia yang tanggung jawab baik secara teknik maupun mental,” ucap pria yang menjadi asisten pelatih Djad­jang Nurdja­man pada ISL 2012- 2013 ini.

(Imam/ net)