Untitled-13Tujuh wanita memulai prosesi siraman putera Presiden Joko­wi, Gibran Rakabuming Raka dengan Selvi Ananda. Prosesi siraman Selvi ini dilakukan sebagai bentuk pembersihan diri sebelum menikah.

Oleh : (Yuska Apitya Aji)

AIR diambil dari 7 sumber yakni Masjid Agung Surakarta, Mloyoku­suman Kraton Kasunanan, Man­gkunegaran, Masjid Mangkunegara, air Zamzam, dan air dari rumah sendiri. Air itu dicampur jadi satu.

“Air tujuh sumber ini mengand­ung arti pitu atau pitulungan atau meminta pertolongan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata penata aca­ra saat memandu prosesi siraman.

Yang menyiramkan air adalah Ny Suprobo Hadikusumo, Ny Hj Kadarusman, Ny Purboyono, Ny Heru Haryanto, Ny Yani Sulistyo, Ny Slamet Darsono dan orangtua Selvi Ny Sri Partini. Mereka masing-masing me­nyiramkan tiga kali guyuran air kem­bang.

Prosesi siraman diakhiri dengan memecah air kendi tanah liat. Pec­ahnya air kendi itu berarti pecahnya pamor calon mempelai putri. Prosesi siraman dilakukan di dua tempat yak­ni kediaman Jokowi dan rumah Selvi.

Di kedua tempat semua panitia telah siap melaksanakan siraman. Para tamu yang diundang juga sudah hadir. Kedua orangtua Selvi, Sup0

riyadi dan Sri Partini juga siap melaksanakan siraman.

Di kediaman Jokowi telah dijaga ketat aparat TNI. Selain itu, tidak se­mua media dapat masuk lokasi. Acara siraman akan dimulai pada pukul 09:00 WIB. Setelah itu, ayah membo­pong Selvi. Ini berarti sebagai bentuk rasa cinta dan kasih sayang orangtua terhadap anaknya. Setelah Selvi akan nikah dengan Gibran dan menjadi ke­luarga baru.

Baca Juga :  36 SD di Kota Bogor Siap Laksanakan Pembelajaran Tatap Muka

Sebelum prosesi ini, keluarga Selvi memasang buah kelapa gading muda dan padi serta setandan pisang raja kuning. Pisang raja agar mengandung arti agar pengantin dalam mengarungi hidup baru bisa menemukan hidup mulia. Usai pemasangan bleketepe yang artinya kedua orangtua Selvi, akan pun­ya hajat pernikahan, acara dilanjutkan.

Apa makna acara siraman dalam pernikahan adat Jawa?

Makna dari acara siraman adalah pembersihan kedua mempelai sebe­lum mengarungi bahtera kehidupan rumah tangga. Tidak hanya mem­bersihkan badan dan fisik, tapi juga membersihkan jiwa. Membersihkan diri dari dosa, dan sifat-sifat yang kurang baik. Harapannya setelah sir

Sebelum acara siraman dilaku­kan, calon mempelai wanita terlebih dulu melakukan sungkeman kepada orang tua serta eyang putri. Ritual kemudian dilanjutkan dengan mem­berikan sepasang bahan pakaian atau kain dari bahan kebaya.

Kain itu dikenakan mempelai wanita selama prosesi siraman. Usai siraman, mempelai wanita akan di­gendong atau diapit kedua orang tua menuju kamar pengantin.

Usai mempelai wanita membersi­hkan diri, kedua orang tua akan me­motong rambut calon mempelai yang selanjutnya ditempatkan di sebuah bokor kecil. “Acara siraman dilanjut­kan sade dawet (jual dawet),” kata pembawa acara pernikahan Gibran dengan Selvi, Taufiq M Widodo, Senin (8/6/2015) malam.

Baca Juga :  Rabu Pagi Masyarakat di Indonesia Dapat Menyaksikan Planet Merkurius Dengan Mata Biasa

Prosesi jual dawet ini bermakna sebuah harapan agar banyak tamu yang akan datang memberi restu ke­pada kedua mempelai.

Ribuan Relawan Hadir

Ribuan relawan Joko Widodo pada saat kampanye pemilihan presiden di­pastikan hadir dalam rangkaian acara pernikahan anak sulung Jokowi, Gi­bran Rakabuming Raka, yang meni­kahi Selvi Ananda. Para relawan akan bertamu pada malam sebelum rese­psi berlangsung.

Ketua Umum Komite Relawan Na­sional Indonesia M. Basri mengatakan para relawan akan diinapkan di As­rama Haji Donohudan. “Gelombang pertama tiba pada Selasa malam (9 Juni 2015),” ucap Basri, kemarin.

Gelombang pertama para relawan tiba dengan menumpang kereta api. Sedangkan gelombang berikutnya akan berdatangan berombongan den­gan naik bus serta kendaraan pribadi.

Apabila kapasitas Asrama Haji Donohudan tidak mencukupi, ucap Basri, relawan yang tidak tertampung akan mencari hotel atau losmen. Men­urut dia, jumlah relawan yang akan da­tang dalam acara itu mencapai 3.000.

Basri menjelaskan, relawan yang akan datang dalam acara pernikahan Gibran-Selvi tidak hanya dari Jakarta. “Ada juga yang dari Bandung dan Surabaya,” tuturnya.

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, rela­wan yang hadir berasal dari Aceh hingga Papua. Mereka mengkoordinir kelompoknya masing-masing untuk sampai di sini. “Mereka yang mau datang sendiri bukan kita. Jumlahnya sekitar 2.000. Antusiasimenya gila banget,” ujar Luhut yang menyaksi­kan kepadatan relawan yang hadir.