iwan-gerindra-(3)BOGOR, TODAY – Langkah Tipikor Polda Jawa Barat dan Polres Bogor menelusuri ke­curangan dalam lelang pemban­gunan tahap III Stadion Pakan­sari, Cibinong didukung penuh oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bo­gor.

Bahkan meminta agar Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Ikut turun tangan menyelidiki apakah benar ada penyelewen­gan yang terjadi.

Wakil Ketua DPRD, Iwan Se­tiawan terus mendorong sejum­lah pihak untuk membuktikan jika mereka tidak masuk angin dalam mengusut dugaan suap dalam lelang megaproyek yang menghabiskan anggaran Rp 1 triliun itu.

“Tidak mungkin ada asap ka­lau tidak ada api kan. Kami dari dewan mendorong Polres dan Kejaksaan untuk masuk dan menelusuri dugaan suap itu. Kan proyek ini besar nilainya, jadi mereka harus ikut turun tangan tidak boleh tutup mata dan tel­inga,” ujar Iwan Setiawan.

Iwan juga tidak ingin kejadian seperti renovasi gedung dewan terulang di stadion kebanggan warga Bogor itu.

“Saya dengar itu PT Pram­banan pernah bermasalah dalam proyek di Tasik. Nah itu jangan sampai terulang sepeti di ge­dung dewan yang ternyata sudah menang lelang ternyata di black­list. Coba diusutlah itu,” ujar poli­tisi partai Gerindra itu.

Baca Juga :  Akhir Pekan ini Bogor Diperkirakan Dilanda Cuaca Ekstrem, BMKG Ungkap Penyebabnya

Ia juga mewanti-wanti sejum­lah pihak terkait terutama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) untuk tidak main-main dengan proyek ini. Karena kata Iwan, bantuan dana pemerintah pusat untuk proyek ini sangat besar.

“Kan sudah banyak contoh seperti di Palembang, Hambal­ang, Gede Bage. Jadi Pemda jan­gan main-main dengan proyek yang ada andil pemerintah pusat­nya. Kalau ada kecurangan, ya usutlah,” tegasnya.

Iwan juga meminta Kantor Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (KLPBJ), Dispora dan Peja­bat Pembuat Komitmen (PPK) melakukan klarifikasi sehingga tidak menjadi bola liar.

“Klarifikasi dong. Jangan sam­pai ini jadi isu yang menjadi bola liar. Segera,” tegas Iwan.

Iwan juga mengkritik sikap Kepala Dispora Yusuf Sadeli yang terkesan lari kejaran awak media untuk dimintai keterangan.

Baca Juga :  Modus Gudang Beras, Tempat Hiburan Malam di Kemang Disegel

“Ini kan proyek nasional. Jan­gan mentang-mentang dia pu­nya kewenangan. Kan ini banyak yang memantau. Segera klarifika­si. Nanti keburu yang tiga huruf (KPK,red) turun,” ucapnya.

Ia juga sempat mendengar bahwa ada aliran dana ke salah satu partai yang ada di DPRD terkait proyek Pakansari dan me­minta semua untuk terbuka dan transparan.

“Saya sih tidak ada kepent­ingan yah. Jadi silahkan saja usut, jangan nanti tiba-tiba ada temuan. Intinya jangan sampai isu yang sudah ramai ini berkem­bang dan tidak ada yang menin­dak lanjuti. Jangan sampai nanti proyek sudah jalan, anggaran sudah cair, terus ada temuan. Itu yang lebih bahaya,” tutupnya.

Sebelumnya, Polres Bogor lewat Kasatreskrim AKP Aulia Djabar pun siap menggerakkan bagian Tipikor untuk mengusut kasus ini.

“Sejauh ini belum ada lapo­ran, nanti saya cek dulu di ba­gian TPU. Kalau sudah ada lapo­ran kami siap turun,” tegasnya.

(Rishad Noviansyah)