Drumband-(3)

BOGOR, Today – Ketua Persatuan Drum Band Indonesia (PDBI) Jawa Barat ( Jabar) Gatut Susanta, sangat menyayangkan kurangnya sinegri­tas ekstrakulikuler drum band di setiap sekolah, mulai dari tingkat ta­man kanak-kanak hingga ketingkat yang lebih tinggi.

Menurutnya, jika ekstrakuli­kuler bisa dilakukan secara ber­kesinambungan, Kota Bogor tak akan kesulitan mencari atlet. Dirin­ya melihat tidak adanya perhatian terhadap ekstrakurikuler drum band dan pembinaan hingga ke level pelajar.

Padahal, menurutnya pem­binaan dan penjaringan talenta – talenda muda usia dini sangat penting untuk menyambung nadi pembinaan atlet sehingga tidak ter­jadi keterputusan generasi dalam proses pembinaan atlet.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

“Kita ambil contoh kecilnya saja. Jika di taman kanak-kanak yang su­dah mempunyai peralatan drum band, secara otomatis murid akan diikutsertakan untuk mengikuti ekstrakulikuler ini. Namun, setelah anak-anak lepas dari TK, dan menu­ju sekolah dasar belum tentu mere­ka juga akan mengikuti ektrakulikul­er ini, karena di setiap sekolah juga masih banyak yang belum memiliki peralatan. Jadi mereka yang tadinya bisa bermain, pada kelanjutannya mereka pasti akan lupa,” ungkap­nya.

Baca Juga :  Viral, Perebutan Medali Perunggu PON Papua 2020 Cabor Gulat Diwarnai Kericuhan

Ini menjadi permasalahan yang tidak bisa diabaikan begitu saja. Pihaknya juga akan terus berkordi­nasi dengan pengurus PDBI tingkat wilayah untuk terus menggelar even kejuaraan, agar para anak nantinya bisa terus termotivasi, dan mem­bentuk mental yang tangguh.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan para pengrus di wilayah, guna terciptanya generasi penerus yang dapat diandalakan. Ini pun akan berdampak positif pada rantai pembinaan dan prestasi atlet-atlet drumband,” pungkasnya.

(Adilla Prasetyo Wibowo)