Galeri-Foto-Borcess-2-(13)KELAYAKAN program melalui visitasi merupakan kesempatan bagi sekolah untuk menjalankan berbagai komponen yang mengacu pada Standar Nasional Pendidikan. Ujung-ujungnya, tak hanya perolehan status, tetapi meningkatkannya kualitas pendidikan.

Oleh : RIFKY SETIADI
[email protected]

Pelaksanaan Akreditasi SMK Taruna Terpadu 2 Bo­gor yang dilakukan oleh tim dari Badan Akreditasi Nasional (BAN) Provinsi Jawa Barat, diharapkan mampu melahirkan rekomendasi bagi pening­katan mutu dan kualitas penyelenggaraan pendidikan. Itulah sebabnya, akreditasi menjadi alat evaluasi yang objektif untuk menentukan kelayakan program dan atau satuan pendidikan. Akreditasi yang dilaksanakan sejak Senin (22/06/2015) lalu itu akan berlangsung hingga Sab­tu (27/06/2015) mendatang.

Menyusul Program Kompetensi yang sudah diakredi­tasi di sekolah ini, yaitu Akuntansi dan Pemasaran yang sudah memperoleh peringkat Akreditasi A sejak 2009, Program Kompetensi Akomodasi Perhotelan, Jasa Boga dan Busana Butik, kini memperoleh kesempatan untuk di­lakukan visitasi melalui pelaksanaan akreditasi. Dua tenaga assesor, yaitu Rahman Hidayat,M.Pd dan Wawan Yogas­wara, M.Pd berkesempatan berkunjung ke salah satu seko­lah favorit yang termaju di Bogor ini. Sekolah yang beral­amat di Jl. Raya Salabenda, Blk. Telkom Kemang Bogor, RT 005/RW 007, Desa Parakan Jaya, Kecamatan Kemang, Bogor ini melakukan proses akreditasi untuk program Jasa Boga pada Rabu (24/06/2015) dan Kamis (25/06/2015). Se­belumnya, pada Senin dan Selasa (22-23/06/2015) sudah dilakukan visitasi untuk Akomodasi Perhotelan. Sisa waktu berikutnya yaitu Jumat (26/06/2015) dan Sabtu (27/06/2015) akan dilakukan visitasi untuk Program Kompetensi Busana Butik.

Kepala Sekolah SMK Taruna Terpadu 2 Bogor, Besse Warni, SP menyambut positif kesempatan ini sebagai penentu langkah dalam menjalankan berbagai kebijakan di sekolahnya. “Penyelenggaraan visitasi akreditasi ini tentu diharapkan menjadi titik tolak pen­ingkatan mutu sekolah, khususnya di SMK Taruna Ter­pau 2 Bogor. Di masa mendatang, rekomendasi yang diberikan oleh Tim Assesor justru bisa memperbaiki berbagai komponen di sekolah, termasuk sistem pembelajaran, agar menjadi lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya,” tang­gapnya. Proses akreditasi ini dilakukan den­gan melihat pengajuan Evaluasi Diri (Evadir), yaitu penilaian menghitung diri yang selanjut­nya dilakukan validasi, verifikasi, dan konfir­masi oleh Tim Assesor. Dari hasil Evadir yang dilakukan oleh SMK Taruna Terpadu 2 Bogor, sekolah ini memperoleh point 91 dengan per­ingkat akreditasi A. “Sekolah yang telah terakre­ditasi bisa menyeleng­garakan ujian mandiri. Tentu prosesnya harus melalui validasi, veri­fikasi dan konfirmasi melalui 8 standar yang mencerminkan dua bidang, yaitu bidang akademik dan manaje­rial,” ungkap Rahman Hidayat,M.Pd, salah satu assesor di SMK Ta­runa Terpadu 2 Bogor, Rabu (24/06/2015), kemarin.

Baca Juga :  Bupati Ade Yasin Klaim 80 Persen Sekolah Sudah Tatap Muka

Delapan standar yang dimaksud Rahman adalah Stan­dar Isi, Standar Proses, Standar Kompetensi Lulusan , Standar Pendidik dan Tendik, Standar Sarana dan Prasara­na, Standar Pengelolaan, Standar Pembiayaan dan Standar Penilaian Pendidikan. Instrumen Akreditasi SMK ini disusun berdasarkan delapan komponen yang mengacu pada Stan­dar Nasional Pendidikan dan pada umumnya terdiri dari 185 butir pernyataan tertutup masing-masing dengan lima opsi jawaban. ”Akreditasi sebanarnya melihat kegiatan har­ian sekolah yang sudah dilakukan. Sebab itu, rekomen­dasi yang diberikan tim assesor tentu berbasis bukti, berbasis dokumen yang nanti akan dipaparkan dalam Sidang Pleno BAN Provinsi Jawa Barat,” jelas Rah­man. Ia juga melanjutkan Sidang Pleno itu juga akan menghadirkan Ketua Unit Pelaksana Akreditasi (UPA) Kabupaten/Kota yang dapat menyaksikan dan memberi tanggapan atas hasil akreditasi tim. Akreditasi diawali dengan survey lingkungan sekolah, termasuk ruang praktikum dan sarana lainnya. Kemudian dilakukan pemeriksaan do­kumen yang terdiri dari 8 Standar Komponen Akreditasi tersebut.

Baca Juga :  Anggota DPRD Kota Bogor Datangi SDN Otista yang Ambruk

Kepala Program Akomodasi Perhotelan SMK Taruna Terpadu 2 Bogor, Heriya, A.Md menilai proses ini merupakan harapan bagi sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan di jurusan yang baru mengin­jak satu tahun ini. “Minat siswa terhadap Akomodasi Perhotelan sangat besar. Kare­nanya, akreditasi ini penting untuk melihat sisi mana yang harus dikedepankan dan di­prioritaskan untuk mengimbangi antusias siswa di bidang ini,” ujarnya.

Sementara Siti Raini Syam, S.Pd, Kepala Program Jasa Boga mengungkap­kan meski Jurusan Jasa Boga berhasil memecahkan Rekor MURI dalam kat­egori Pembuatan Makanan Berbahan Dasar Singkong dengan 231 macam je­nis olahan, namun secara akademis dan manajerial tetap harus mengedepankan perbaikan. “Pencapaian prestasi yang sudah kami raih itu hanya salah satu dari sekian banyak indikator. Tentu harus di­capai indikator lainnya yang mendorong mutu dan kualitas proses pembelaja­ran,” ujarnya. Hal senada diungkapkan Rohayati, S.Pd, Kepala Program Tata Busana dan Butik yang melihat proses akreditasi sebagai evaluasi menyelu­ruh menuju perbaikan. “Saya mema­hami keberhasilan pendidikan itu se­bagai sistem yang menyeluruh. Tentu ada kelebihan dan kekurangan. Meski begitu, kami berharap kita akan terus lebih baik demi kemajuan pendidikan,” tuturnya. Sikap itu, memberi jalan mu­lus bagi dunia pendidikan untuk mena­tap kemajuan.