BOGOR, TODAY – Rusaknya jalan di Ka­bupaten Bogor khususnya di wilayah timur dan utara tidak lepas dari melintas­nya truk-truk bertonase besar yang meng­gerus aspal Bumi Tegar Beriman.

Truk yang membawa hasil tambang galian C ditengarai menjadi biang rusaknya jalan di kedua wilayah tersebut karena seringkali melebihi ambang batas muatan hingga jalan pun menjadi rusak parah.

Hal itu ditanggapi serius oleh Wakil Gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar dan berencana untuk menertibkan penam­bangan liar di Kabupaten Bogor karena telah merusak sejumlah infrastruktur juga lingkungan di wilayah sekitarnya.

“Kami sudah pasangi portal disana teru­tama di dua wilayah tersebut supaya truk yang bermuatan besar tidak bisa melintas untuk menjaga infrastruktur jalan agar ti­dak semakin rusak,” ujar Deddy.

Pemerintah Provinsi Jawa Barat pun siap melibatkan pemerintah daerah untuk terus mengawasi para pengusaha di galian C untuk menghentikan aksi penambangan seperti di kawasan Gunung Sindur dan Rumpin.

Baca Juga :  Capaian Vaksinasi 100 Persen, Lurah Curug Terima Penghargaan dari Satgas Covid-19 Kota Bogor

“Pemkab jangan Cuma diam saja. Tapi juga harus ikut andil dalam pengawasan dan harus benar mengawasinya. Karena ini juga bisa berpengaruh pada kese­jahteraan masyarakat,” lanjutnya.

Terpisah, Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor, Edi Wardani mengungkapkan, perbaikan dan pemeliharaan jalan untuk tahun ini cu­kup banyak. Ia juga mengakui jika 510 ki­lometer jalan di Kabupaten rusak parah.

Edi menjelaskan telah melelangkan 300 paket perbaikan dan pemeliharaan jalan. Dari total 1.700 kilometer jalan di Bumi Tegar Beriman, 30 persen atau 340 kilome­ter diantaranya dalam keadaan rusak parah.

“Ada 30 persen jalan yang rusak parah. Tapi kami baru mampu mengerjakan 20 persen diantaranya karena kesanggupan­nya memang baru segitu,” ujar Edi.

Baca Juga :  Desa Pangkaljaya Realisasikan Samisade Bangun Jalan Sepanjang Jalan 1,6 Kilo Meter

Rumpin, Jasinga, Wanaherang dan Gu­nungputri diakui Edi menjadi prioritas untuk perbaikan jalan karena disana merupakan kawasan beberapa usaha pertambangan dan indutri yang seringkali dilewati truk tronton.

“Beban jalan itu hanya delapan ton, tapi ternyata dilewati truk yang muatan­nya lebih dari 50 ton. Itulah kenapa jalan disini tidak bia awet. Makanya nanti be­ton itu setebal 30 sentimeter,” timpal Edi.

Untuk tahun ini, perbaikan dimulai di Rumpin sepanjang 12 kilometer yang dibetonisasi meski dalam kenyataannya jalan rusak disana lebih dari 12 kilometer.

Ia mengungkapkan, anggaran untuk untuk per­baikan kurang lebih 340 kilomter jalan tahun ini dise­diakan lebih dari Rp500miliar.

(RishadNoviansyah)