085239500_1420437168-Umuh_Muchtar_2v

BANDUNG, Today – Dalam waktu dekat, manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar akan beristirahat dari kancah sepakbola na­sional. Umuh menyatakan konflik yang terus meruncing hingga akhirnya PSSI disanksi oleh FIFA menjadi salah satu alasan kuat dia memutuskan hal tersebut.

Dia pun sudah menyatakan untuk men­gundurkan diri sebagai Komisaris PT Liga Indonesia (LI). Sebelumnya dia diangkat menjadi komisaris pada Rapat Umum Pe­megang Saham (RUPS) di Palembang awal tahun 2015.

“Kalau dari PT Liga jelas saya menyatakan mundur dan tidak akan ikut campur lagi. Ka­lau di Persib saya akan selesaikan kewajiban dulu, pokoknya saya akan kembali jadi bob­otoh,” ungkap Umuh.

Meski begitu tugas dia sebagai manajer di Persib belum lantas ditinggalkan. Itu karena dia masih mempunyai tanggung jawab yang mesti diselesaikan.

Baca Juga :  Kepulangan Eriska Agustina Atlet Tarung Drajat Asal Cisarua Peraih Medali Emas di PON XX

Semua terkait nasib pemain, pelatih maupun official yang tidak punya pekerjaan pasca hadirnya intervensi dari pemerintah sehingga FIFA memberi hukuman keras.

“Saya ingin istirahat kalau kondisinya seperti ini terus. Tapi kami harus selesaikan dulu kewajiban dengan anak-anak. Kalau udah selesai, baru saya ambil keputusan. Saya udah janji ke anak-anak,” lanjutnya.

Umuh sendiri mengaku sudah tidak muda lagi untuk terus intens mengurusi sepakbola dalam negeri yang carut marut.

Pria yang akan genap berusia 67 tahun itu pun mengaku belum benar-benar sehat setelah beberapa waktu lalu menjalani op­erasi di Singapura. Namun dia tetap senan­tiasi memperjuangkan kelanjutan kompetisi di tanah air.

“Karena saya udah babak belur, materi, fisik, pikiran, dan setelah pembekuan ini siapa yang tidak prihatin,” tandasnya

Baca Juga :  Atlet Kabupaten Bogor Kembali Sumbang 29 Medali Emas di PON XX Papua

Sementara itu, Pelatih Persib Djajang Nurjaman mengaku mengenai wacana pen­gunduran diri sang Manajer, Djanur meng­harapkan agar Umuh tetap bisa bersama Persib ke depannya.

Tim bakal sangat kehilangan, lantaran be­lum ada sosok manajer lain yang bisa meng­gantikannya dengan sosok kebapakan dan loyal kepada tim kebanggaan bobotoh ini.

“Saya berharap supaya pengunduran diri sebagai manajer tidak terjadi, karena bagaimanapun sosok Pak Haji masih tetap kita butuhkan untuk tim, sangat malah, sangat kita butuhkan,” tutur Janur.

“Belum kebayang siapa sosok yang lebih cocok menggantikan jika beliau ti­dak ada, saya masih mengharapkan Pak Haji tetap di tim,” tam­bahnya.

(Imam/ net)