Untitled-7

Dibandingkan dengan pria, wanita jauh lebih rentan terkena penyakit infeksi saluran kemih. Untuk itu, kebersihan area kelamin perlu dijaga

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Perempuan rentan mender­ita infeksi saluran kemih. Sebab, secara anatomi, uretra atau saluran kemih perempuan lebih pendek daripada laki-laki sehingga bakteri mudah masuk ke saluran kemih. Un­tuk itu, kebersihan area kelamin per­lu dijaga.

Kebiasaan kurang minum air putih dan kerap menahan kencing juga turut memicu infeksi saluran kemih (ISK). Jika tak ditangani sejak dini, hal itu bisa mengganggu kerja ginjal.

ISK merupakan infeksi yang ter­jadi pada saluran kemih dan kandung kemih. Infeksi itu ditandai dengan rasa nyeri atau perih saat buang air kecil, rasa selalu ingin buang air kecil, serta warna urine keruh, bau meny­engat, dan terkadang bercampur da­rah.

“Dari total pasien yang ber­masalah dengan saluran kencing yang kami tangani, lebih dari 60 persen adalah perempuan,” kata dokter sp­esialis urologi Rumah Sakit Gading Pluit Taufan Tenggara, di Jakarta.

Baca Juga :  Mitos atau Fakta Memakai Baju Basah Dapat Menyebabkan Flu, Begini Kata Dokter

Pada perempuan, saluran kemih amat dekat dengan rektum (anus), jaraknya hanya 3-4 sentimeter (cm). Jadi, saat membilas anus seusai buang air besar, bakteri Escherichia coli bisa masuk ke uretra. Bakteri itu mengaki­batkan infeksi saluran kemih.

Perempuan juga kerap menahan kencing, terutama saat bepergian jauh. Biasanya, perempuan memilih menunda daripada kencing di semba­rang tempat. Itu berbeda dengan pria yang lebih mudah mencari lokasi un­tuk buang air kecil.

“Buang air kecil sembarangan tak baik, tetapi lebih tidak baik untuk kesehatan kalau ditunda. Di negara-negara maju, di tempat umum dise­diakan kamar kecil,” kata Taufan.

Air kencing yang ditahan akan naik kembali ke ginjal. Padahal, air kencing yang mengandung bakteri membahayakan kesehatan ginjal. Untuk itu, ia menyarankan agar masyarakat tak menunda membuang air kecil.

Kurang minum juga mengaki­batkan ISK karena bakteri yang ada dalam kandung kemih tak bisa di­dorong keluar dengan sempurna. Akibatnya, bakteri menumpuk dan akhirnya mengkristal jadi batu kemih. “Kebutuhan air bagi tubuh ialah berat badan kali 40 cc,” kata Taufan.

Baca Juga :  Seafood Dapat Menyebabkan Kolesterol Tinggi, Mitos atau Fakta?

Dokter spesialis saraf Rumah Sakit Gading Pluit Ichsan Kurnia mengin­gatkan agar gangguan buang air kecil tak dianggap remeh. Sebab, itu bisa mengganggu aktivitas sehari-hari, terutama menghambat produktivitas kerja. “Penerapan pola hidup sehat mencegah infeksi saluran kemih,” ka­tanya.

Batu kemih atau kerap disebut batu ginjal terbentuk dari endapan kristal urine. Batu ginjal berukuran sebesar pasir hingga buah anggur. “Batu ginjal berukuran lebih besar daripada saluran kemih akan mena­han air kencing,” kata Taufan.

Batu ginjal bisa diatasi dengan Ex­tracorporeal Shock Wave Lithotripsy (ESWL) dan Ureter Sistoscopy (URS). Menurut Taufan, ESWL adalah tinda­kan memecah batu dari luar tubuh memakai gelombang kejut. Semen­tara dengan URS, batu dipecahkan dengan laser yang dimasukkan ke dalam saluran kemih. Batu yang su­dah dipecahkan akan keluar bersama urine. (*)