IMG_0250(1)Polemik pembangunan Apartemen dan Hotel Gar­denia di Jalan Raya KP.KS Tubun, Kampung Neglasari, Kelurahan Cibuluh, Keca­matan Bogor Utara Kota Bogor, masih bau amis. Komitmen kompensasi (gan­ti rugi) untuk kalangan yang dirugikan tak cair-cair alias mampet. Kenapa?

Kepala Yayasan Bahrul Ulum, Tau­fik Hidayat, menjelaskan bahwa pi­haknya sama sekali belum mendapat­kan dana bantuan pembangunan atau dana kompensasi yang dahulu pernah di janjikan oleh pihak manajemen Apartemen dan Hotel Gardenia.

“Kami belum pernah menerima uang sepeserpun dari Gardenia, kami hanya minta pihak Gardenia memenuhi ajuan proposal yang mer­eka suruh ajukan sebelumnya untuk renovasi bangunan sekolah kami, apa mereka menunggu sekolahan ini rubuh?,” ujarnya.

Baca Juga :  Peternak Ayam Petelur di Bogor Babak Belur, Harga Telur Pecah

Salah seorang warga, Dini Kartika juga mengaku belum pernah menan­datangani izin dan sampai saat ini belum ada sosialisasi dari pihak Gar­denia. “Belum ada yang meminta saya dan keluarga untuk menandatangani perizinan pembangunan proyek terse­but. Kami meminta Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto, turun ke lapan­gan. Jangan cuma turun saat kampa­nye pilkada saja,” timpalnya.

Dikonfirmasi, Kepala Kantor Gar­denia, Mamat Setiawan, berkilah. Soal izin, Mamat mengaku, pihaknya sudah mengurus seluruh legal formal periz­inan pembangunan. “Kalau untuk izin kami sudah lengkap. Nah kalo perma­salahan sekolahan kami sedang berne­gosiasi dengan Kepala Bahrul Ulum,” kata dia.

Baca Juga :  Status PPKM Kota Bogor Berubah Level 2, Bima Siap Bantu Kabupaten Tuntaskan Vaksinasi

Terpisah, Lurah Cibuluh, Agus At­eng, mengaku belum sempat melaku­kan sidak ke lokasi sekolah dan rumah warga dikarenakan agenda kegiatan yang sangat banyak. “Waduh mas, saya belum sempat nge-cek kesana penuh sekali jadwal. Senin depan ya,” kata dia.

Oleh : Guntur Eko|Yuska Apitya
[email protected] .com (*)