Xiaomi-Mi4i

Sebanyak 15.000 unit ponsel Xiaomi Mi4i ludes pada flash sale keduanya, Selasa (2/6/2015) kemarin. Pekan sebelumnya, Mi4i terjual 8.000 unit dalam waktu 10 menit 42 detik

Oleh : Adilla Prasetyo Wibowo
[email protected]

Penjualan online tersebut merupakan kerja sama antara Xiaomi dan Erajaya Group. Untuk itu, Erajaya telah membangun “e-fulfill­ment center” di komplek Warehouse Erajaya, kawasan Palem, Cengkareng. Xiaomi sebagai produsen dan Era­jaya sebagai importir seka­ligus pengemas yang sis­temnya terintegrasi langsung dengan situs Xiaomi.

Jadi, saat pelanggan memesan unit Mi4i, Erajaya langsung dapat mengakses pemesanan tersebut dan memprosesnya dengan wak­tu yang lebih efisien. Setiap harinya, e-fulfillment cent­er Erajaya diklaim mampu memproses ribuan peme­sanan.

Baca Juga :  Berkas Perkara Kasus Pembacokan Pelajar Masih di Kepolisian, Kajari Kota Bogor : Kami Akan Bicarakan Aspek Hukumnya

“Dari pengemasan hingga pengiriman barang itu tang­gung jawab kita,” kata CEO Erajaya Hasan Aula, dalam acara kunjungan media ke gedung E-fulfillment Erajaya, Rabu (3/6/2015).

Menurut Hasan, langkah Erajaya mengekspansi per­annya sebagai e-fulfillment logistik bagi vendor ponsel merupakan inovasi atas tun­tutan zaman. Pasalnya, saat ini tren penjualan ponsel mengarah ke online. Walau, Hasan menyebut penjualan offline masih tetap diutama­kan.

Alasan selanjutnya Era­jaya bekerja sama dengan Xiaomi adalah peran Xiaomi sebagai vendor yang paling mumpuni dengan sistem penjualan online. “Xiaomi paling banyak melakukan penjualan online. Dua ming­gu pertama ini semua peme­sanan Mi4i dari mi.com itu semua dilakukan Erajaya,” kata Hasan.

Baca Juga :  1 Unit Crane Terguling di Depok Timpa Rumah Warga, 1 Orang Meninggal Dunia

Untuk sementara, in­frastruktur e-fulfillment Era­jaya hanya melayani pen­jualan perangkat Mi4i dan beberapa aksesorinya. Di ge­dung seluas lapangan futsal tersebut, terbagi beberapa divisi yang diisi sekitar 30 karyawan.

Untuk pengiriman barang, Erajaya bekerja sama dengan tiga perusahaan ekspedisi. Yakni JNE, RPX, dan First Lo­gistic. Ke depan, Hasan tak menutup kemungkinan ker­jasama e-fulfillment logistik dengan vendor lain. “Kesem­patan itu terbuka,” ujarnya.