Pemkab Butuh 3.590 CPNS

BOGOR, TODAY – Menteri Pemberdayagunaan Apara­tur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Yuddy Chrisnandi memu­tuskan untuk menunda rekrutmen Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk tahun ini menjadi tahun 2016 mendatang.

Meski begitu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor langsung mengambil lang­kah sigap terkait peniadaan rekrutmen CPNS itu dengan menyiapkan syarat-syarat yang diminta oleh Kemen­pan RB.

“Salah satu syaratnya yaitu memberikan hasil Analisis Jabatan (Anjab) dan Analisis Beban Kerja (ABK) kepada Kemenpan RB. Kami juga sudah mengusulkan kebutu­han CPNS untuk tahun 2016 sebanyak 3.590 orang,” ujar Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kabupaten Bogor, Dadang Irfan.

Dadang mengungkapkan jika mengacu pada Permen­pan RB Nomor 26 Tahun 2011 serta Peraturan Pemerintah (PP) 54 Tahun 2003, kebutu­han PNS di Bumi Tegar Beri­man mencapai 20 ribu orang yang meliputi tenaga guru, tenaga kesehatan serta tena­ga struktur kedinasan.

BACA JUGA :  KONI Kabupaten Bogor Incar 166 Emas di Porprov Jawa Barat 2026

“Jika mengacu pada aturan, kebutuhan PNS kita sangat banyak. Tetapi setiap tahun, semua daerah itu di­beri kuota oleh pemerintah pusat untuk mengusulkan jumlah CPNS dan kami sudah mengajukan 3.590 orang,” urai Dadang.

Sementara itu, Bupati Bo­gor, Nurhayanti mengatakan jika peniadaan rekrutmen CPNS pada tahun 2015 ini te­realisasi maka akan berdam­pak pada kinerja Kabupaten Bogor secara keseluruhan.

“Apalagi banyak juga yang sudah masuk masa pensiun kan. Tapi kami harus mener­ima kebijakan pemerintah pusat meski keadaan dilapan­gan kami masih sangat mem­butuhkan banyak pegawai,” jelas Nurhayanti.

Ia juga menjelaskan perbe­daan antara rekrutmen PNS dahulu dengan zaman seka­rang. Jika dahulu PNS yang pensiun bisa menggunakan metode tambal sulam sedan­gkan sekarang harus melalui proses yang panjang.

BACA JUGA :  Roy, Ahli Kunci di Balik Terbukanya Brankas Rp476 M Sentul

“Maka dari itu nanti kita gunakan open recruitment untuk honorer K2 khusus untuk Kabupaten Bogor. Itu kita lakukan untuk menutupi kekurangan pegawai kita,” pungkas Nurhayant.

Meski peniadaan rek­rutmen CPNS ini ditunda, Menteri Yuddy meminta Pemda tidak berleha-leha. Ia pun memberikan peker­jaan rumah (pr) bagi instansi pusat daerah dalam masa penundaan ini.

Selain penyelesaian Anjab dan ABK, penghitungan ke­butuhan pegawai pun harus diperbaiki. “Meski rekrutmen CPNS tahun ini ditunda, na­mun bukan berarti instansi pusat dan daerah berleha-leha. Kerjain itu tugas yang KemenPAN-RB minta,” tegas Yuddy.

Berikut yang harus diker­jakan Kementerian/Lembaga dan Pemda :

Follow dan Baca Artikel lainnya di Google News atau whatsapp channel



======================================
====================================