lakaBOGOR TODAY – Belasan ke­celakaan terjadi di Kabupaten Bo­gor, Jawa Barat, selama musim li­bur Lebaran Idulfitri 1436 Hijriah. PMI Kabupaten Bogor mencatat ada 16 kecelakaan selama Jumat 10 Juli hingga kemarin. Selain itu, posko PMI mencatat 3 kebakaran selama periode tersebut.

“Mulai dari 10-20 Juli, ada 19 kejadian yang tercatat di Posko PMI, terdiri atas 16 kecelakaan dan 3 kali kejadian kebakaran,” kata Kepala Markas PMI Kabupaten Bogor, Abidin, saat ditemui di Pos Polisi Gadog, Selasa (21/7/2015).

Menurut dia, dari 16 ke­celakaan tersebut, terdapat 1 orang meninggal dunia. Semen­tara 23 orang lainnya luka ringan, 4 orang luka sedang dan seorang luka berat. “Kecelakaan yang menyebabkan 1 orang mening­gal dunia terjadi pada Hari Raya Idulfitri 17 Juli di Ciawi. Korban pengendara sepeda motor, warga setempat,” ujar Abidin.

Sementara, pada Rabu(22/7/2015), jumlah ke­celakaan ada 4 kejadian. Tidak terdapat korban jiwa, mayoritas korban mengalami luka ringan hingga berat.

Kecelakaan pertama terjadi di Jalan Raya Puncak, tepatnya di de­pan Pafesta Cisarua. Kecelakaan tunggal itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Korban, pengendara sepeda motor, Rumana (40) men­galami luka lecet. “Korban men­galami oleng dan terjatuh, mung­kin karena arus cukup padat,” jelas Abidin.

Kecelakaan kedua terjadi pu­kul 11.15 WIB di Cibeet, Kecamatan Tanjungsari. Masih dialami pen­gendara sepeda motor, antara pengendara Suhari (56) warga Ci­karang Utara, dengan pengendara lain Andi Dwi Saputro (23) dari Bantar Gebang. Keduanya men­galami luka ringan dan langsung mendapatkan pertolongan perta­ma pada kecelakaan oleh petugas PMI.

Pukul 10.20 WIB, kecelakaan sepeda motor kembali terjadi di wilayah Cibinong menimpa satu keluarga terdiri atas ibu, bapak dan anak. Sang ibu mengalami luka berat. Dia mengalami penda­rahan di bagian kepala, sedangkan anaknya yang berusia 5 tahun luka lecet. Kecelakaan roda dua kem­bali terjadi pukul 13.00 WIB di wilayah Dramaga. Tiga orang ko­rban luka-luka ringan dan sudah mendapatkan penanganan oleh petugas medis di lapangan.

(Rizky Dewantara)