dr-rubaeahBOGOR, TODAY — Dinas Ke­sehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sebanyak 200 calon haji asal Kota Hujan ini berusia lanjut. Mereka masuk kelom­pok berisiko memiliki riwayat penyakit.

Total kuota haji Kota Bogor 699. Dari jumlah tersebut 300 orang termasuk kelompok lan­sia, 200 di antaranya mempu­nyai penyakit berisiko,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, Rubaeah, saat ditemui usai memantau pemeriksaan kesehatan haji tahap akhir di Puskesmas Semplak, Selasa (28/7/2015).

 Dia mengatakan, data tersebut di­peroleh berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan calon haji tahap pertama yang sudah dilaksanakan pada Mei lalu. Pemeriksaan tersebut diikuti sekitar 665 calon haji.

Rubaeah menjelaskan, beberapa penyakit yang diindap oleh ratusan calon haji lansia tersebut seperti hip­ertensi (darah tinggi), kencing manis, dan punya masalah dengan jantung. “Tetapi semuanya layak berangkat, hanya kita kelompokkan sebagai ke­lompok berisiko yang perlu pendamp­ingan, pengawasan, dan kontrol ket­at kesehatannya,” lanjut Rubaeah.Dia mengungkapkan, saat pemeriksaan awal, petugas pemeriksa kesehatan su­dah melakukan observasi. Calon haji yang masuk kelompok resiko diberikan arahan untuk melakukan kontrol kes­ehatan sesering mungkin, menjaga pola makan, rutin mengonsumsi obat serta menjaga kondisi fisik tubuhnya.

Baca Juga :  1 Mangkok Bakso Mendadak Menjadi Lautan Kecap, Pria Ini Auto Tak Nafsu Makan

Hasil kontrol tersebut akan terekap dalam Siskohatkes yakni sistem kom­puter terpadu yang menginput data kesehatan calon jamaah haji secara ter­pusat, sehingga diketahui apakah calon haji benar-benar menjaga kesehatan selama persiapan sebelum berangkat ke Tanah Suci. “Selain itu, kita (Dinkes) juga mensosialisasikan agar calon haji yang masuk kelompok berisiko untuk melengkapi dirinya dengan obat-obatan yang biasa dipakai, membiasakan menggunakan masker dan menerapkan pola PHBS selama beribadah haji,” pa­parnya.

Baca Juga :  3 Unit Kios di Bogor Diamuk Si Jago Merah

Tidak hanya itu, lanjut Rubaeah, Dinas Kesehatan juga berkoordinasi dengan KBIH, Kementerian Agama dan Tim Kesehatan Haji, agar calon haji kelompok beresiko mendapat pri­oritas seperti dekat dengan petugas kesehatan, lokasi pemondokan yang tidak terlalu jauh, dan setiap saat ha­rus mendapat pemantauan dari petu­gas. “Calon haji kelompok beresiko atau yang berusia di atas 40 tahun ini kita berikan prioritas, mereka harus mendapatkan pemantauan petugas, agar bisa termonitor setiap saat bila terjadi gangguan kesehatan,” tukasnya.Dinas Kesehatan Kota Bogor melak­sanakan pemeriksaan kesehatan haji tahap kedua atau tahap akhir, Selasa (28/7/2015) kemarin. Ujian ini dii­kuti 699 calon haji asal kota tersebut. Pemeriksaan dilaksanakan di enam Puskesmas yang ada di masing-masing kecamatan, dimulai sejak 27 Juli sampai 1 Agustus mendatang.

(Rizky Dewantara|Yuska Apitya)