Untitled-10BOGOR, TODAY – Kemarau panjang yang mulai menyelim­uti sebagian wilayah Kabupat­en Bogor, membuat 20 hektar lahan sawah mengalami puso atau gagal panen di Kecamatan Jonggol karena kekurangan pa­sokan air.

“Lahan tersebut sudah ker­ing karena kami tidak bisa me­narik air dan tidak bisa melaku­kan deep well lebih dari 200 meter karena setelah digali hingga 150 meter, masih tidak ada air disana,” ujar Kepala Di­nas Pertanian dan Kehutanan (Distanhut) Kabupaten Bogor, Siti Nuriyanti.

Kini Distanhut fokus untuk menyelamatkan area sawah lain yang juga terancam keker­ingan di Kecamatan Jonggol, Cariu dan Tanjungsari.

Karena 3.320 hektare sawah di tiga kecamatan itu terancam puso karena sumber air dari sungai Cibeet, Cihole dan Cipa­mingkis mulai menipis.

Baca Juga :  2022 UMK Bogor Naik Sebesar 7,2 persen

“Tiga sungai yang biasa men­jadi sumber untuk mengairi sawah itu juga sudah makin me­nipis. Kalau dalam dua minggu kedepan tidak ada hujan, dipas­tikan status terancama kekerin­gan akan meningkat,” lanjutnya.

Sebagai langkah antisipasi, Nuriyanti mengungkapkan jika Distanhut telah mendistribusi­kan 20 pompa untuk menyedot air dari sungai ke sawah yang diletakkan sekitar 300 meter dari satu titik ke titik lainnya.

“Kekeringan tahun ini sangat berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kita harap turun hujan dalam seminggu ini. Kare­na sumber air yang kian meni­pis, kini sawah-sawah tersebut sangat bergantung pada curah hujan,” urai Nuriyanti.

Baca Juga :  Senyum Bahagia, Subagiyo Kembali Pimpin PWI Kabupaten Bogor

Sementara itu, Kepala Seksi Produksi Pangan Distanhut, Irma Vilayanti mengatakan jika puso ini akan mempengaruhi hasil panen dan capaian target pangan Bumi Tegar Beriman. Namun ia belum bisa mem­perkirakan persentase penu­runan yang terjadi.

“Kalau sampai puso, pasti ada penurunan. Tapi berapa angkanya kami masih tunggu hingga beberapa minggu kede­pan untuk memastikannya,” ujar Irma.

Pemkab sendiri tahun ini memiliki target untuk mem­perluas area tanam padi hingga 55 ribu hektare den­gan produktivitas 6,6 ton per hektare sawah. Jika di total, panen padi di Kabupaten Bo­gor bisa mencapai 363 ribu ton.

(Rishad Noviansyah)