Untitled-4Direktur ADES, Wihardjo Hadiseputro, mengung­kapkan bahwa persero­an akan membeli mesin produksi minuman beserta per­lengkapan penunjang dan kon­struksi mesin. “Kebutuhan untuk rencana tersebut mencapai sekitar USD7 juta,” ungkap Wihardjo.

Lebih lanjut, dia mengungkap­kan pembelian mesin akan didanai dari arus kas internal perseroan dan pinjaman bank. Menurutnya, penambahan kapasitas mesin itu dibutuhkan seiring dengan per­tumbuhan bisnis minuman per­seroan sejal tahun lalu.”Selain itu kapasitas produksi terpasang dari pabrik Cibinong saat ini hampir seluruhnya sudah digunakan,” ujarnya.

 Seperti diketahui, ADES selama ini menjadi produsen air kemasan merk Nestle Pure Life dan Vica Royal. Selain itu, ADES juga fokus pada segmen kosmetik dengan brand Makarizo.

Sementara itu, Direktur ADES, M Wisnu Adjie men­gungkapkan rencana peru­sahaan untuk meluncurkan produk minuman kesehatan baru melalui brand Pure Real. “Saat ini baru tes pasar, dan belum ada target khusus terkait produk ini. Pure Real ini adalah sejenis susu kedelai murni,” ujarnya.

Baca Juga :  IHSG Dibuka Tertekan di Level 6.716

Dia menuturkan ter­dapat pertumbuhan tren masyarakat yang lebih peduli kepada kesehatan.

Atas dasar itulah, perseroan menilai terdapat peluang un­tuk memasuki pasar tersebut, karena permintaan diprediksi akan terus tumbuh.

“Produk ini mengandung protein, dan bisa menjadi penganti susu. Kami belum bisa menjabarkannya karena produk belum diluncurkan secara resmi. Harga yang di­tawarkan cukup kompetitif,” ungkapnya.

Terkait dengan pertum­buhan beban pokok penjua­lan yang dipengaruhi kenai­kan harga, kenaikan upah, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS, serta ke­butuhan pemasaran, pers­eroan telah menaikkan harga produk hingga 10 persen pada awal tahun ini.

Karena kondisi perekono­mian belum pasti, Wisnu masih kesulitan memperkirakan ke­mungkinan adanya kenaikan harga kembali pada tahun ini. Dia menambahkan dalam me­netapkan harga, perseroan mempertimbangkan situasi ekonomi serta harga produk dari kompetitor.

Baca Juga :  IHSG Dibuka Tertekan di Level 6.716

Menurutnya, peluang per­tumbuhan bisnis konsumsi pada tahun ini cukup berat. Meskipun begitu, perseroan tetap meyakini permintaan pada produk minuman akan terus tumbuh, khususnya dipacu oleh peningkatan populasi.

“Untuk kosmetik mungkin pertumbuhannya lebih landai pada tahun ini. Pengeluaran untuk barang sekunder tidak setinggi sebelumnya. Tahun ini, pertumbuhan lebih dito­pang dari bisnis minuman. Tapi secara keseluruhan, kami yakin akan tetap tum­buh,” ungkapnya.

Penjualan ADES pada 2014 naik tipis dari tahun sebelumn­ya Rp502,52 miliar, menjadi Rp578,78 miliar. Beban pokok penjualan tumbuh 26,6 persen menjadi Rp279,88 miliar. Kondi­si itu mengakibatkan laba bersih perseroan turun 45,24 persen dari Rp56,65 miliar menjadi Rp31,02 miliar. (BSN)