20130606_kantor-cabang-utama-bank-mayora-di-bandung_7558JAKARTA, Today – Di tengah melemahnya pertumbuhan ekonomi yang melanda Indo­nesia, Bank Mayora ikut mer­evisi target bisnisnya.

“Melihat kondisi ekonomi sekarang, Bank Mayora mer­evisi Rencana Bisnis Bank (RBB). Kreditnya kami tar­getkan di bawah 30%. Meski begitu perubahannya masih di atas industri, walau me­mang nominalnya tidak ter­lalu banyak,” kata Irfanto Oeji, Direktur Utama Bank Mayora.

Bank Mayora merevisi per­tumbuhan kreditnya dari 38% menjadi 26%-27%. Dana pihak ketiga (DPK) juga ikut direvisi. Di awal tahun Bank Mayora merencanakan akan menda­pat DPK sebesar 8%. Setelah direvisi, Irfanto berharap Bank Mayora dapat mencapai DPK sebesar 6%.

Baca Juga :  Depok Diterjang Hujan Deras dan Angin Puting Beliung, 622 Gardu PT PLN Rusak

Pada semester I tahun ini DPK Bank Mayora nilainya mencapai Rp 3,51 triliun, naik 20,62% dari sebelumnya. Per­tumbuhan kredit di semes­ter I tahun ini juga mencapai 29,47%, tumbuh lebih baik dari 21,81 secara year on year (yoy).

Sementara itu, Bank May­ora juga mendapat suntikan modal sebesar Rp 114 miliar. Dengan suntikan modal terse­but, Bank Mayora berharap dapat segera masuk BUKU II. Suntikan modal ini ren­cananya akan dilaksanakan pada kuartal ketiga tahun ini. “Awalnya di kuartal kedua, tetapi karena berbagai hal akhirnya suntikan modal di­laksanakan di kuartal ketiga tahun ini,” tutur Irfanto.

Baca Juga :  BMKG Prediksi Bogor Akan Dilanda Cuaca Ekstrem Selama Sepekan Kedepan

Sekedar Informasi, BUKU II berarti bank tersebut me­miliki modal inti sebesar Rp 1 triliun hingga Rp 5 triliun. Saat ini Bank Mayora masih berada di bank BUKU I.

(Adil / net)