BOGOR, TODAY – Untuk mengem­bangkan bisnis dan investasi pariwisa­ta, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor membagi zona wisata menjadi lima jenis, yakni wisata perkotaan, destinasi mice dan rekreasi, ekonomi kreatif, eko wisata serta destinasi wisa­ta pendidikan dan kebudayaan.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Ka­bid) Ekonomi pada Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bogor, Wawan Haryono jika kelima destinasi wisata itu ditempatkan pada wilayah-wilayah strategis.

“Untuk destinasi wisata perkotaan meliputi Kecamatan Cibinong Raya, ekonomi kreatif mulai dari Gunung­putri hingga Jonggol, sementara untuk mice dan rekreasi berada di kawasan puncak dan sekitarnya hingga Lido dan Tamansari,” ujar Wawan.

Baca Juga :  APBD 2022 Disahkan, Masih Seputar Pemulihan Ekonomi

Sementara itu, untuk destinasi wisata pendidikan dan kebudayaan difokuskan di Kecamatan Dramaga dan sekitarnya. Untuk kawasan ekow­isata berada di Kecamatan Nanggung.

“Nantinya, dari lima destinasi itu dibagi lagi menjadi beberapa Kawasan Strategis Pariwisata (KSP). Nanti pada tahun 2016, Pemkab fokus pada pengembangan kampung budaya di Tamansari. Mudah-mudahan tahun 2016 sudah jalan,” jelas Wawan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Ka­bupaten Bogor, Syarifah Sopiah men­gatakan dengan adanya zona destinasi wisata itu Pemkab bisa lebih fokus dalam pengembangan wisata di Bumi Tegar Beriman dan meminimalisir po­tensi kerusakan.

Baca Juga :  Kenaikan UMK Bogor 2022 Disoal, DPK Apindo Bakal Layangkan Surat

“Ini menjadi salah satu komitmen kita karena Kabupaten Bogor ini kan sebagai penunjang ibukota negara. Se­lain itu, dengan pengembangan wisata bisa menekan potensi kerusakan yang ditimbulkan,” ujar Syarifah.

Ia juga mengatakan jika pembangunan dengan model seperti ini lebih menekank­an pada penyelamatan lingkungan. “Nan­ti dari anggarannya, kita lebihkan tiga persen untuk kawasan yang jadi KSP,” pungkasnya.

(Rishad Noviansyah)