Untitled-4Saat puasa berarti melewatkan makan siang. Banyak yang mengira berat badan akan turun selama bulan puasa. Nyatanya tidak selalu demikian. Semua itu tergantung dari pola makan saat sahur, terutama saat berbuka puasa

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Ahli gizi yang juga kon­sultan berat badan Grace Judio-Kahl mengatakan, sering kali orang tak bisa menahan napsu untuk makan saat berbuka puasa. Semua ma­kanan, mulai dari hidangan takjil hingga makanan berat pun dila­hap.

“Meskipun enggak makan seharian, tapi begitu makan ban­yak pas buka puasa, pasti berat badan naik,” ujar Grace, Sabtu (27/6/2015).

Baca Juga :  Waspada, Ini Perbedaan Gejala DBD dan Chikungunya

Grace menjelaskan, kebu­tuhan kalori per orang rata-rata hanya 1800-2000 kalori per hari. Jika asupan kalori lebih dari itu, maka berat badan bisa naik. Saat berpuasa, kebutuhan kalori per hari dihitung saat sahur dan ber­buka. Nyatanya, banyak orang yang secara tak sadar selalu ko­sumsi kalori lebih dari yang dibu­tuhkan setiap harinya.

Misalnya, saat berbuka puasa sudah minum teh manis. Kemu­dian, dilanjutkan makan kolak, dan es buah. Setelah itu, mulai makan berat dengan berbagai macam lauk-pauk. “Kalau sudah makan buah, cukup, enggak usah makan gorengan lagi. Jan­gan takut kurang gizi karena seh­arian enggak makan, jadi kalap,” kata Grace.

Baca Juga :  6 Alasan Seseorang Lebih Produktif di Malam Hari

Apalagi, hidangan takjil bi­asanya manis. Jika terlalu banyak makan manis, tubuh akan kelebi­han energi yang tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan saat puasa. Bulan puasa, keban­yakan orang mengurangi aktivi­tas fisiknya.

Bahkan, bisa saja tidak olah­raga selama satu bulan penuh sehingga berat badan akan mu­dah naik. Menurut Grace, jika tak ingin berat badan naik, se­baiknya bisa menahan diri terha­dap makanan berbuka. “Pikirin perut. Kalau sudah cukup, stop. Komposisi yang dimakan diper­hatikan, hati-hati dengan gula, tepung, minyak,” tutup Grace. (*)