DSC_0703BOGOR, TODAY – Produk usa­ha kecil dan menengah (UKM) di Kabupaten Bogor sudah dilirik untuk bersaing di pasar modern.

Namun, para perajin dimin­ta menyederhanakan kemasan agar produknya berkompetisi dengan pajangan lain.

“Ada produk yang sudah diminta oleh sebuah hipermar­ket untuk dijual, tapi kemasan­nya perlu disederhanakan,” kata Bupati Bogor Nurhayanti, usai membuka Bazar Ramadan Berkah 1436 H, dan peresmian Galeri UKM di Jalan KSR Dadi Kusumayadi, Rabu (8/7/2015).

Sebanyak 180 UKM unggu­lan sudah masuk dalam galeri yang menjadi media promosi tersebut, memasarkan sedikit­nya 800 item produk. Mulai dari hasil kerajinan tangan dan penganan khas Bogor, an­eka pakaian dan sepatu yang dibuat di Bogor.

Nurhayanti menilai, jumlah UKM unggulan masih sangat kecil dibandingkan jumlah keseluruhan 15 ribu UMKM di Kabupaten Bogor. Bazar Ra­madan kemarin pun jadi ajang pameran produk berkualitas UMKM dengan harga yang mu­rah.

Baca Juga :  TKSK Jasinga Berikan Sosialisasi Hak dan Kewajiban Kelompok Penerima Manfaat

“Untuk meningkatkan po­tensi UKM, selain itu untuk mengumpulkan UMKM agar Kepala Dinas Koperasi UKM Industri dan Perdagangan bisa menyeleksi mana saja yang kemasannya kurang bagus agar dapat pembinaan,” kata Nurhayanti.

Menurut dia, bantuan pemerintah untuk mengem­bangkan potensi UKM bukan hanya dalam bentuk uang atau kredit. Namun juga, bantuan promosi.

“UMKM yang jumlahnya 15 ribu itu tersebar di 40 keca­matan. Saya sering laksanakan Boling (Rebo Keliling), yang di dalamnya ada bazar juga, pameran. Nah yang belum tersentuh, supaya Diskoperin­dag membinanya. Fasilitas kan tidak melulu uang, tapi bisa juga pelatihan, pembinaan,” ujar dia.

Ke depan, ia berencana memindahkan galeri ke tem­pat yang lebih ramai dilewati kendaraan seperti Jalan Tegar Beriman. Setiap ada tamu ke Pemkab Bogor, akan diantar­kan mengunjungi galeri UKM.

Baca Juga :  15 Atlet NPCI Diguyur Bonus Oleh Pemkab Bogor

Terkait dengan bazaar rama­dhan yang di lakukan oleh Dis­koperindag dan BP5K, Nurhay­anti sangat mengapreasinya karena dapat mengendalikan harga pasar agar dapat stabil sehingga masyarakat dapat membeli barang keperluan nya dengan harga yang layak.

Selain itu, dalam bazar juga dipasarkan produk sembako murah yang terselenggara atas kerjasama Diskoperindag dan Badan Ketahanan Pangan dan Pelaksana Penyuluhan Perta­nian, Perikanan dan Kehuta­nan bersama supermarket di Bogor.

Tersedia paket sembako murah Rp 30.000 dan 50.000, daging sapi Rp 75.000/kilo­gram dan hati sapi Rp 50.000/ kilogram yang diserbu warga. Bupati berharap pemasa­ran produk murah bisa turut menekan harga pangan yang meningkat tajam selama Rama­dan ini di pasaran.

“Bazar produk murah ini harus sering di lakukan agar masyarakat Kabupaten Bogor bisa mendapat­kan barang keperluan ramadhan dengan harga yang murah,” kata dia.

(Rishad Noviansyah)