Untitled-1BANDUNG, Today – Djadjang Nurdja­man sangat antusias menyambut adan­ya kabar dari PSSI yang menyebutkan pelatih masih diperbolehkan mengikuti kursus kepelatihan di luar negeri.

Sekalipun kontraknya bersama Persib telah diputus pada 15 Mei lalu, namun Djanur, sapaan akrabnya, tetap bersemangant untuk mengikuti kursus kepelatihan. Sebab, kursus tersebut akan menjadi kesempatannya menaik­kan lisensi pelatih miliknya.

“Ya saya sangat menyambut baik, mudah-mudahan saja memang mem­buka (kursus kepelatihan). Karena saya butuhkan dan sudah saya tunggu cukup lama,” kata Djanur di Stadion Sidolig, Jalan Ahmad Yani Kota Bandung, Jumat (3/7/2015).

Saat ini, Djanur memang baru men­gantongi lisensi kepelatihan B AFC. Oleh karenanya, saat menukangi Pers­ib lalu di Piala AFC 2015, skuat Maung Bandung mendaftarkan Emral Bin Bustamam sebagai juru racik tim.

Djanur sangat antusias apabila ada lagi kursus kepelatihan, karena dia bisa menaikkan lisensinya menjadi A AFC, se­hingga tidak dipusingkan lagi saat menu­kangi tim berlaga di ajang internasional.

Tidak hanya itu, apabila Djanur su­dah berlabel lisensi kepelatihan A AFC, peluangnya membesut tim di luar Indo­nesia semakin terbuka lebar.

Apalagi belakangan tersiar kabar pela­tih kelahiran Majalengka ini mendapat tawaran melatih tim dari luar negeri.

“Ya karena terganjal lisensi jadi tidak bisa. Tapi tawaran itu juga hanya cuma obrolan saja, jadi tidak anggap serius,” cetus pelatih yang membawa Persib juara kompetisi 2014 ini.

Adanya opsi kursus kepelatihan ini diungkapkan oleh juru bicara PSSI, Tommy Welly. Pria yang karib disapa Towel ini menyebutkan, sanksi FIFA ti­dak melarang pelatih asal Indonesia me­nimba ilmu kepelatihan di luar negeri.

Namun menurutnya slot yang me­mungkinkan tersedia dan diikuti oleh pelatih nasional hanya terdapat di Laos.

(Imam/net)