David-Silva4LONDON, Today – Padatnya jadwal sepakbola di In­ggris dinilai David Silva sebagai salah satu penyebab mandeknya prestasi timnasnya. Gelandang milik Manchester City itu pun menyarankan agar FA mulai memberlakukan jeda musim dingin.

Seperti yang sudah umum diketahui, Liga Inggris tetap bergulir di bulan Desember. Di saat liga-liga di negara lain jeda, tim-tim di Inggris tetap berkompetisi seperti biasa. Jadwal di bulan Desember bahkan dikenal lebih padat dari­pada biasanya.

Tidak adanya jeda musim dingin di Inggris dinilai Silva membuat para pemainnya kelelahan. Faktor tersebut dit­ambah dengan tekanan yang terlalu besar disebutnya berpengaruh terhadap prestasi timnas Inggris.­

“Mungkin semua alasan itu. Mungkin sepakbola Inggris harus berhenti bermain di bulan Desember. Itu akan sem­purna. Tapi di Inggris, bermain di periode itu adalah sebuah tradisi,” ujar Silva seperti dikutip Telegraph.

Sebelum menuai sukses dalam beberapa tahun belakangan dengan menjuarai Piala Eropa 2008 dan 2012 serta Piala Du­nia 2010, Spanyol dinilai Silva juga punya masalah yang ham­pir sama dengan Inggris. Tapi dia yakin The Three Lions akan segera bangkit karena sudah punya modal tim yang bagus.

“Inggris punya tim yang sangat bagus. Rooney mungkin yang paling terkenal, tapi berapa banyak pemain Spanyol yang terkenal di Inggris? Ketika saya bergabung dengan City lima tahun lalu, Joe Hart tidak tahu saya. Dia bilang dia belum pernah mendengar soal saya,” lanjut Silva.

“Itu terjadi pada kami selama bertahun-tahun, tidak men­juarai turnamen, tapi momen itu sudah lewat dan itu bisa ter­jadi pada Inggris dan mereka bisa menjadi tim hebat lagi. Jika ini adalah soal mental, itu berarti ada di dalam pikiran. Tapi, dengan Spanyol, staf teknik semua bersama-sama dan semua mulai percaya pada diri sendiri dan ide-ide. Di Spanyol, kami mengejarnya dan semua orang bisa melihat apa yang terjadi,” lanjutnya.

Setelah menjuarai Piala Dunia 1966, Inggris belum per­nah lagi menjuarai turnamen mayor. Pencapaian terbaiknya adalah semifinal di Piala Eropa 1996 dan posisi keempat di Piala Dunia 1990.

(Adil | net)