079752000_1412704058-gempa_china_reutersXINJIANG TODAY – Gempa bumi mengguncang China. Gempa berkekuatan 6,1 Skala Richter (SR) tersebut melanda wilayah Xinji­ang. Sejauh ini, enam orang dipas­tikan tewas dan puluhan orang lainnya luka-luka akibat gempa. Gempa berkekuatan 6,4 Skala Richter (SR) tersebut, juga telah merusak ribuan rumah.

Pusat gempa berada sekitar 164 kilometer barat laut kota Ho­tab dan 131 kilometer tenggara Shache, yang dikenal sebagai Yar­kand oleh warga Uighur.

Menurut badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS seperti dilansir kantor berita AFP, Jumat (3/7/2015), gempa ini berkekua­tan 6,1 SR. Namun Pusat Jaringan Gempa China menyebutkan, gem­pa berkekuatan 6,4 SR.

USGS menyatakan, gempa di­perkirakan berada pada kedala­man 10 kilometer. Sejauh ini be­lum ada laporan korban maupun kerusakan akibat gempa. China kerap dilanda gempa bumi, khu­susnya di provinsi Sichuan dan Yunnan. Sebelumnya pada Mei 2008, gempa 7,9 SR mengguncang Sichuan dan menewaskan lebih dari 80 ribu orang. Ini disebut sebagai gempa terparah di China dalam kurun waktu lebih dari tiga dekade.

Pada Oktober 2014, ratusan orang terluka akibat gempa dang­kal berkekuatan 6 SR yang meng­goyang provinsi Yunnan, dekat perbatasan China dengan Myan­mar dan Laos. Sebelumnya pada Agustus 2014, gempa 6,1 SR me­landa Yunnan dan menewaskan lebih dari 600 orang.

Kementerian Urusan Sipil me­nyatakan seperti dilansir kantor berita Reuters, Jumat (3/7/2015), setidaknya 3 ribu rumah telah am­bruk atau rusak parah akibat gem­pa. Sebanyak 1.000 tenda tengah dikirimkan ke wilayah tersebut. Menurut kantor berita resmi China, korban jiwa tercatat enam orang dan korban luka-luka mencapai 50 orang. Lewat me­dia sosial, warga setempat meng­utarakan kekagetan mereka akan intensitas gempa ini. Namun oto­ritas meyakini korban jiwa tidak akan banyak. “Jika banyak orang yang berkumpul di satu tempat saat gempa bumi, itu bisa men­imbulkan bencana serius. Namun dalam kasus ini, relatif hanya sedikit orang sehingga ini tidak begitu serius,” tutur periset di Pusat Jaringan Gempa China Sun Shihong kepada stasiun televisi pemerintah China Central Televi­sion.

(Yuska Apitya/net)