Harga-Daging-140727-aBOGOR, TODAY — Harga sejum­lah bahan makanan pokok di pas­ar tradisional Kabupaten Bogor tak kunjung turun. Malahan cend­erung naik. Yang masih terus men­galami kenaikan adalah daging.

Namun Pemkab Bogor me­mastikan bahwa harga kebutu­han bahan pokok masih terken­dali. Meski ada kenaikan, masih sesuai dengan prediksi Pemkab.

Bupati Bogor Nurhayanti mengungkapkan bahwa hasil evaluasi yang dilakukan Dinas Kop­erasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag), harga bahan pokok di pasaran masih cukup stabil bahkan beberapa item justru mengalami penu­runan harga.

“Karena menjelang Idul Fitri, biasan­ya memang ada peningkatan permintaan dibarengi dengan kenaikan harga. Tapi dari evaluasi kami, nilainya masih stabil kok. Masih sesuai dengan prediksi kami,” ujar Nurhayanti, Kamis (9/7/2015).

Baca Juga :  Kelompok Milenial Angkatan Tenaga Kerja yang Terdampak Pandemi Covid-19

Untuk daging sapi, sekarang ini harg­anya ada di kisarang Rp 120 ribu. Tapi itu masih relatif stabil dan kenaikan harga masih mungkin terjadi hingga H-1 Lebaran. ‘’Tapi kami juga akan melakukan penga­wasan dan pendataan untuk memastikan tidak ada kelangkaan barang,” tuturnya.

Koordinasi dengan Hiswana Migas dan Pertamina juga dilakukan untuk mengantisipasi kekurangan pasokan LPG 3 Kg. Pertamina pun telah meny­etujui kenaikan kuota selama Ramad­han. Pemkab Bogor mendapat kuota 3,6 juta gas LPG 3 kilogram perbulan. “Un­tuk Ramadhan ditambah menjadi 4,4 juta tabung perbulan,” tambah Yanti.

Baca Juga :  Pelaku Pembunuh Berantai di Bogor Divonis 13 Tahun Penjara

Yanti juga berjanji akan meningkat­kan pengawasan makanan. Beberapa waktu lalu, pihak kepolisian menmukan mie berformalin di pasaran. “Mie terse­but dibuatnya di Sukabumi dan dikirim ke sini, sekarang kasusnya sedang di­proses kok,” katanya

Sementara untuk mengantisipasi masuknya produk-produk berbahaya, Nurhayanti telah menginstruksikan in­stansi terkait untuk terus mengawasi peredaran makanan berbahaya. “Pen­gawasan sudah dilakukan dengan target barang kebutuhan pokok masyarakat (kepokmas) di beberapa pasar tradis­ional. Ada beberapa sampel barang ditemukan yang diduga mengandung pengawet. Sekrang sedang dilakukan uji lebih lanjut,” pungkas Yanti.

(Rishad Noviansyah)