kejari-kota-Katarina-(3)BOGOR TODAY – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bogor di tahun 2015 sepanjang Januari hingga akhir bulan ini mengaku telah melakukan beberapa penanga­nan, seperti perkara bidang pi­dana umum (pidum), hampir 80 persen didominasi perkara narkoba.

Kepala Kejari Bogor, Kata­rina Endang Sarwestri, men­gatakan, untuk penanganan di bidang pidum, Korps Ad­hyaksa menyatakan hampir 80 persen didominasi oleh perka­ra narkoba. “Bagi pengedar dan Bandar kami akan men­untut sesuai ketentuan, dan berharap ini menjadi bagian dari pemberantasan narkotika yang ada di wilayah hukum Kota Bogor,” kata dia.

Katarina menjelaskan, salah satu program prioritas ada di bidang pidum, pihakn­ya telah meluncurkan sebuah aplikasi layanan Sistem Mana­jemen Informasi Kejari Bogor (Simaskribo) dan SMS Gate­way Denda Tilang. Informasi masyarakat ini menurutnya, merupakan inovasi sebagai bentuk optimalisasi pelayanan publik dari Kejari Bogor.

Baca Juga :  Kepala Diskominfo Terpilih Jadi Ketua IKAPTK Kota Bogor

Lebih lanjut mengenai SMS Gateway, dijelaskannya, layanan itu untuk mempermu­dah masyarakat ketika men­gurus dan mengetahui jumah besaran denda tilang. Bagi pelanggar yang tidak hadir di persidangan bisa mengakses layanan tersebut dengan for­mat SMS Gateway ketik Tilang (spasi) nomor tilang kirim ke 081316134286. “Layanan ini secara otomatis akan men­girim jumlah besaran denda tilang yang dibayarkan,” tan­dasnya.

Baca Juga :  3 Unit Kios di Bogor Diamuk Si Jago Merah

Sementara itu, pada bi­dang Perdata dan Tata Usaha Negara (Datun), Katerina yang didampingi para kepala seksi tiap bidang menyampaikan, institusinya sudah melaku­kan kerjasama dengan be­berapa SKPD di lingkungan Pemkot Bogor. Kerjasama itu dalam rangka pendampingan yang ranahnya lebih kepada pencegahan Tipikor dalam pelaksanaan pembangunan di wilayah Kota Bogor.

Katarina menambahkan, pada bulan ini instistusinya tengah intensif dan serius me­nangani perkara dugaan pe­nyimpangan pengadaan lahan Warung Jambu Dua (Angka­hong), dimana statusnya su­dah naik dari Penyelidikan ke Penyidikan.

(Rizky Dewantara)