HL---Adil-(1)Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor menggodok sistem pembinaan dan penjagaan atlet. Hal tersebut ditujukan untuk mencegah atlet loncat ke daerah lain

Oleh : ADILLA PRASETYO WIBOWO
[email protected]

Wakil Ketua Bi­dang Prestasi dan Pembi­naan KONI Kota Bogor, Lilik Kurniadi mengaku saat ini tengah menggodok sistem pem­binaan dan penjagaan atlet. Sehingga atlet asli Kota Hujan ti­dak hengkang dan memperkuat daerah lain karena merasa tidak diperhatikan baik oleh Pengu­rus Cabang (Pengcab), KONI Kota Bogor maupun Pemerin­tah Kota (Pemkot) Bogor.

“Kami memang tidak bisa melarang atlet untuk pindah dari Kota Bogor dan memilih memperkuat daerah lain kare­na mendapatkan iming-iming perhatian lebih dari yang kita berikan. Namun bukan berarti kami tidak diam saja,” katanya.

Dikatakan Lilik, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan seluruh Pengcab Ca­bang Olahraga (Cabor) terkait proses penjagaan atlet. Pro­gram tersebut bakal dijalankan segera. Pasalnya persiapan se­lama empat tahun menjelang Pekan Olahraga Daerah Jawa Barat (Porda Jabar) XIII/2018 bukanlah waktu yang singkat.

Baca Juga :  Bogor Today Mobile Legends Tournament Resmi Berakhir, Squad 747 Sabet Juara 1

“Ini berbeda dengan janji Pemkot Bogor untuk mem­berikan kompensasi kepada atlet berprestasi yang telah menyumbangkan medali dan mengharumkan Kota Bogor di berbagai ajang kejuaraan olah­raga. Karena kalau berbicara pembinaan, esensinya bukan di situ,” tukasnya.

Tapi, lanjutnya, lebih pada pembinaan atlet sedari dini dan memberikan rasa nyaman bagi atlet. Pasalnya faktr non teknis itu sangat berpengaruh. “Ada beberapa poin yang perlu diperhatikan. Misalnya keterse­diaan sarana dan prasarana (sarpras) yang mendukung, pemberian beasiswa bagi atlet yang masih menempuh pendi­dikan. Penunjukan bapak asuh cabor serta pelatih atlet yang tidak berganti-ganti,” bebernya.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

Terkait kasus angkat kakin­ya hampir seluruh atlet Persat­uan renang Seluruh Indonesia (PRSI) Kota Bogor, Lilik sangat menyayangkan dan menjadi perhatian serius dari KONI Kota Bogor. Sehingga gonjang-gan­jing yang terjadi di beberapa cabor lainnya nantinya tidak bermuara seperti yang tengah terjadi di PRSI.

“Itu PRSI harus membuat database atlet renang yang saat ini terserak di berbagai daerah. Proses selanjutnya berkoor­dinasi dengan PRSI Pusat, at­let mana yang bisa dilakukan pendekatan untuk bisa ditarik kembali memperkuat Kota Bo­gor,” paparnya.

Pasalnya, akan sangat disay­angkan bagi PRSI yang prestasin­ya dalam Porda Jabar XII/2014 melejit dengan perolehan satu medali perak dan tiga medali perunggu kalau sampai kembali terpuruk dan vakum. (*)