Untitled-5BANDUNG, Today – Mantan wakil manajer Persib, Umuh Muchtar mengatakan sampai saat ini dirinya belum mendapat informasi lebih lanjut dari manajemen PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), ter­kait rencana keikutsertaan tim Persib di turnamen Piala Indo­nesia Satu.

Padahal, kata Umuh, apabila berlang­sung sesuai agenda, di mana Piala Indonesia Satu bergulir 15 Agustus, maka Persib hanya memiliki waktu persiapan satu bulan saja.

Namun, hingga kini dia belum mendapatkan informasi apapun dari Di­rektur Operasional PT PBB, Risha Adhi Widjaya yang menghadiri rapat berama Mahaka Sports and Entertainment sebagai promotor turnamen.

“Belum ada kejelasan, belum juga dari PT (PBB) memberitahukan bagaimana, yang ikut rapatnya juga belum memberi­tahukan ikut atau tidaknya,” kata Umuh kepada wartawan.

Secara pribadi, Umuh mengatakan siap kembali terjun menjadi manajer Persib, setelah sebelumnya sempat mengutarakan keputusannya untuk mundur dan tidak ingin terjun langsung di dunia sepak bola Indonesia.

Baca Juga :  Pesan Taksi Online, Perempuan 19 Tahun Malah Jadi Korban Penculikan

“Kalau untuk saya atau Persib, jadi kontrak pemain nanti siap, kalau mereka (pemain,red) apa kata perusahaan aja asal tidak ada yang dirugikan,” tegasnya.

Lebih lanjut Umuh menyebutkan jika Persib akan mengumpulkan pemain seadanya saja, apabila Piala Indonesia jadi terlaksana.

Namun, dia membuka pelu­ang untuk melakukan penam­bahan pemain jika ada pemain lain yang memiliki kualitas bagus dan be­lum mendapat klub.

“Sementara ini masih lokal, saya meng­harapkan kalau ada pemain bagus yang ber­asal dari tim yang bubar dan tidak tertampung ya bisa jadi ada tambahan pemain,” ujarnya.

Lebih lanjut sebagai pelaksana di lapan­gan Umuh tidak mau ikut mempersoalkan siapapun yang menggelar pertandingan, baik itu dari pihak PSSI ataupun tim bentu­kan Menpora. Asalkan, kata dia, setiap per­tandingan bisa terlaksana dengan lancar didukung oleh perizinan dari kepolisian.

Baca Juga :  Quartararo Desak Yamaha Berbenah

Menurut Umuh, baik itu Persib maupun klub lainnya di Indonesia, saat ini membu­tuhkan pertandingan secepatnya, di samp­ing menjaga performa pemain agar tetap stabil. Dan guna memberikan tambahan pemasukan finansial bagi klub.

Umuh berharap, siapapun yang men­gurus sepak bola di Indonesia ini bisa me­lepaskan gengsi dan ego pribadinya. Den­gan begitu, menurutnya semua pihak akan lebih terbuka untuk menjalin kerjasama demi memajukan persepakbolaan nasional.

“Anggap aja perserikatan, kembali lagi dari dasar lagi, mudah-mudahan dari FIFA mengizinkan lagi, siapapun juga yang jadi pengurus nanti, dari kiri dan kanan ayo bersatu lah saling dukung demi persepak­bolaan jangan ego dan gengsilah,” pung­kasnya.

(Imam/net)