IMG_4940PERJALANAN menemukan karakter dan jati diri memang tak pernah mudah. Banyak pasang surut yang harus dilalui, tak terkecualipara seniman. Seperti yang dialami Indra Jamee, musisi perempuan asal Bogor ini awalnya hanyut dalam kesedihan. Saat ia bangkit, justru dialah yang membuat kita tergugah dan hanyut dalam alunan karya musiknya.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Musik modern banyak menciptakan genre-genre tersendiri, terma­suk warna musik religi. Lagu-lagu religi sering terdengar dan dilantunkan ketika ramadhan tiba. Kesempatan untuk melahirkan warna musik religi di bulan suci itu, tentu tidak ingin disia-siakan pula bagi para musisi.

Lagu religi pada saat ramad­han memang memiliki rating yang tinggi dengan suasana ramadhan yang begitu kuat tentu menarik per­hatian orang untuk menyimaknya. Suasana spiritual yang kuat diiringi dengan lagu-lagu nuansa islami dan dibumbui lirik-lirik sendu penuh pesan moral yang kuat menjadi fak­tor melambumbungnya peringkat lagu religi di bulan puasa. Sayang, ke­sempatan itu hampir tak sepenuhnya bisa diwujudkan Indra Jamee. Ia jus­tru sempat terpuruk dan terjatuh saat berusaha mencari celah diri di dunia musik, karena harus kehilangan sang ayah, Agus Komarudin yang dipanggil Sang Illahi di bulan April 2015, lalu. Baginya, sang ayah adalah inspirasi. Dari almarhum ayahnya itulah bakat musik Indra menitis. Sebab itu, wajar jika ia begitu merasa kehilangan dan bakatnya sempat tenggelam dan tak terasah. Begitu pula rencananya saat ingin meluncurkan single religinya di awal Ramadhan tahun ini.

Sejak dirinya masih duduk di bangku Seko­lah Dasar, perempuan bernama lengkap Indra Jameelah ini memang telah kecanduan seman­gat seni, terutama di dunia vokal. “Mami dan Alm. Papi adalah pasangan yang menyukai seni, khusunya seni Sunda. Sejak kecil saya se­lalu mengikuti kegiatan kedua orangtua saya dalam bidang seni,” ungkap wanita kelahiran Bogor 18 Maret 1979 itu.

Hobinya bernyanyi tersalurkan sejak dirin­ya duduk di bangku sekolah menengah. Kala itu, ia beberapa kali memenangkan kompetisi bernyanyi baik di tingkat Kota hingga Provinsi. Ia bahkan sempat membentuk sebuah band yang beranggotakan wanita dalam band tersebut. “Menyanyi memang soul saya, namun orang tua saya tidak menganjurkan untuk saya menjadi seorang penyanyi yang komersial,” tutur dia.

Baca Juga :  Susuri Perkampungan, Atang Ajak Warga Jaga Kebersihan dan Lingkungan

Ya, dirinya pun bertekad hanya untuk menyalurkan hobi tanpa ada paksaan dari pihak manapun, termasuk teri­kat kontrak. Selepas lulus kuliah dari Universitas Padjajaran Bandung, Indra Jamee sem­pat vacuum dari dunia tarik suara dan memutuskan bekerja di sebuah pe­rusahaan. Tapi, hatin­ya yang ber­musik tetap memanggil­nya. Indra Jamee pun s e m p a t m e n j a d i m a n a g e r band di sela-sela rutinitasnya bekerja. “Saya sebanarnya tetap ingin berkontribusi untuk dunia musik. Karenanya, saya putuskan untuk membantu teman-teman yang sedang merintis band,” ucapnya.

Sekian lama tidak melatih suara emasnya, akhirnya Indra kembali memutuskan untuk bernyanyi, setelah menikah dan memiliki seorang putra. “Jiwa musik saya terus terusik, saya terus terpanggil menggeluti dunia itu. Alhamdulillah, suami saya pun mendukung penuh asalkan saya tetap pada kewajiban saya sebagai istri dan seorang ibu,” tegasnya.

Dimulai sejak tahun 2014, Indra Jamee mulai menyanyi. Sempat tampil di berbagai event di Bogor maupun luar Bogor dengan konsep pop religi. “Saya ingin menghasilkan sesuatu yang insya Allah bermanfaat bagi banyak orang me­lalui syair.” tambahnya.

Akhirnya awal tahun 2015, Indra mu­lai menyusun single-nya yang akan di­publikasikan pada bulan Ramadhan ini. Namun langkah tersebut harus tertunda karena sang Ayah mengalami sakit keras. “Pada waktu itu saya ingin fokus membantu mami merawat papi. Akhirnya proyek single itu harus saya tunda,” kenang Indra. Ternyata Tuhan berkehendak lain. Ayah­andanya dipanggil menghadap Sang Khalik pada April lalu. Ke­nyataan itu sempat membuat­nya sangat terpukul. “Saya sangat kehilagan sosok ayah dan membuat saya terpu­ruk sekali pada waktu itu,” ungkap wanita berhijab ini. Sempat dirinya men­galami kehilangan yang s a n g a t dalam sehingga tidak mau keluar rumah. Namun dukungan yang luar biasa mengalir dari teman-teman dan keluarganya agar In­dra bangkit dari kesedihan yang berlarut. “Luar biasa dukungan dari teman-teman studio dan juga keluarga saya sehingga saya kembali bersemangat.”

Baca Juga :  Proyek Miliaran Rupiah Tegar Beriman Semrawut, Warganet : Proyek Bancakan

Energi Musik Religi

Walaupun tertunda meri­lis single yang rencananya diri­lis awal Ramadhan, Indra tetap melakukannya dengan sepenuh hati. Single yang berjudul “Yaa Ghofar” ini akhirnya seutuhnya menjadi lantunan syair yang syahdu dengan seribu pesan mo­ril yang mendalam. “Lagu ini ciptaan Gustadzh yang diaranse­men oleh tim Omah Studio Musik juga dalam single ini saya dibantu penuh oleh gitaris band kuburan yaitu Doni Aum Sang Melodi,” jelasnya. Setelah berkali-kali ber­nyanyi dengan jenis lagu yang ber­beda, akhirnya Indra menemukan titik yang nyaman pada lagu religi dan sangat sesuai dengan karakter dirinya. “Saya merasakan ada ses­uatu yang melekat dalam hati ketika menyanyi lagu religi dan me­mang penampilan saya yang berhijab pun lebih cocok jika membawakan lagu religi.

Lagu religi memang sering men­gugah perasaan seseorang menjadi terhanyut. Berlirik kata spiritual, lay­aknya membuat kita seperti berdizikir, itulah cerminan yang sesunguhnya dalam sebuah lagu religi. Pahala syi’ar yang dilantunkan lewat liriknya di­harapkan Indra memberi keberkahan yang besar bagi banyak orang. Lang­kah ini dilakukan bukan untuk men­dongkrak popularitas, tetapi dirinya berniat untuk berkarya sambil berib­adah. “Semoga ini bermanfaat, jadi dari hasil penjualan CD akan disum­bangkan oleh saya dan pihak Manaje­men karena kami berniat untuk iba­dah sambil berkarya,” katanya.

Mungkin banyak penyanyi yang ingin membuat rencana konser atau dikenal banyak orang, namun tidak bagi Indra. “Kembali lagi saya in­gin menyalurka hobi bukan untuk komersil semata,” kata dia sambil tersenyum. Beberapa waktu dekat, Indra akan memulai menjual CD single nya secara online dan sebagian dari penjualan CD tersebut akan disumbangkan pada pihak yang membutuh­kan. “Saya hanya berharap masyarakat bias menerima karya saya melalui single Yaa Gofar ini,” tambahnya.

Isi lagu dari “Yaa Gho­far” itu sendiri mencerita­kan seseorang yang sadar akan dosanya dan meminta ampun pada Allah SWT. “Aransemennya ke­kinian sekali ya jadi mudah-mudahan me­laui aransemen dan liriknya bisa membuat seseorang tersentuh,” ungkap Indra yang mengungkapkan bah­wa musiknya berciri pop d e n g a n kekuatan akustik