0414c3cAristya mengaku, bahwa ia sejak ekc il me­lupakan penggemar sosis. Lalu, ia men­gaku terdorong untuk membangun usaha produksi sosis sendiri karena menyadari bahwa bi snis pengolahan sosis sudah ada sejak tahun 1800-an dan tetap eksis hingga masa kini.

“Jadi sudah terbukti eksistensinya. Di Indonesia sendiri peluang di bidang pengolahan daging ma­sih besar karena masih terbatasnya kompetitor, dan mutu sosis berkualitas yang dihasilkan saat ini pun masih terbatas,” ungkap Arist ya.

Saat memulai bisnis ini, Arist ya masih duduk dibangku perguruan tinggi jurusan Arsitektur di Sura­baya dan sedang dalam kondisi terdesak karena diha­dapkan pada kenyataan untuk menemukan pekerjaan karena sudah mendekati kelulusan.

“Saat itu saya benar-benar terbeban pikiran karena sudah memiliki pasangan dan bingung bagaimana dengan masa depan saya dan pasangan (saat ini sudah mantan). Akhirnya saya putuskan untuk membangun bisnis pengolahan daging sendiri dengan modal han­ya Rp2,5 juta,” kata dia.

“Iya, modal awalnya cuma punya dua juta seten­gah. Waktu itu yang ada di pikiran saya hanya bagaimana cara untuk menghasilkan produk yang berkualitas dengan menggunakan peralatan yang murah dan sesederhana mungkin karena terbatasnya modal. Waktu itu peralatan yang digunakan sangat sederhana, yaitu mesin giling dan selongsong sosis buatan sendiri,” jelasnya.

Selama uji coba resep, Ari s pun pernah bekerja sebagai mandor bangunan, lalu membuka usaha cuci poles mobil hingga jualan sembako. Dari beberapa usa­hanya tersebut, ia pun memiliki modal Rp 5 juta untuk memulai usaha membuat sosi s rumahan di tahun 2012.

Olahan Daging Asap. Dibawah payung usaha CV Horison Jaya Abadi, Aris memproduksi berbagai macam olahan daging berupa sosis dan daging asap berkualitas dengan merek Wunder Sausage. “Kita buat produk produk olahan daging asap homemade seperti sosis jerman, salmon asap beku, Dada ayam asap dan ikan asap dan segala jenis produk asap ses­uai permintaan,” jelas Aris.

Saat ini Wunder memiliki delapan varian so­sis dan empat varian produk daging asap seperti Wiener Wurstchen, Chicken Vienna, Smoked Brat­wurst , Cheese Sausage, Italian Chorizo, Jumbo Bockwurst,dan Chicken Bratwurst. Sedangkan untuk olahan asapnya seperti Cold Smoked Salmon, Dada Ayam Asap, Bandeng Asap Tanpa Duri dan Gindara Asap. Harga yang ditawarkan bervariasi tergantung ukuran mulai dari 250 gr hing ga 1 kg dengan harga Rp 34 ribu hingga Rp 56 ribu. “Jumbo Bockwurst, Cheese Sausage & Italian Chorizo menjadi produk favorit karena dari segi ukurannya yang tidak biasa ( jumbo) dan taste yang memang digemari oleh kon­sumen,” tambahnya

Diakui Aris, keunggulan produk Wunder Sausage terletak pada bahan yang dipakai adalah bahan alami atau tanpa pengawet serta menggunakan bahan baku berku alitas tinggi. Seper ti misalnya untuk daging sapi meng gunakan daging sapi impor dari Australia kelas premium, dan untuk ayam menggunakan 100 persen dada ayam utuh tanpa kulit. Selain itu produk yang dibuat tidak mengandung babi (halal), non MSG, pen­gasapan menggunakan arang dan batok dengan sistem yang masih tradisional, serta menggunakan rempah-rempah pada bumbu yang menjadi c ampuran uta­manya. Dilu ar ukuran standar, Wunder Sausage juga menerima ukuran sesuai keinginan konsumen.

Awalnya Kurang Diminati. Jangan melihat usaha Ari s yang sudah berkembang saat ini. Aris pun me­lalui masa-masa sulit 1-1,5 tahun di awal merintis usa­hanya. Aris yang hingga saat ini masih memproduksi sosis secara homemade di rumahnya, itu pun kurang mendapat respons dari masyarakat sekitar. Ia pun harus menjual produk sosis asap dan olahan daging lainnya yang sudah dalam keadaan beku secara door to door hingga memberikan tester. Namun upayanya tersebut tak berpengaruh banyak.

Bagaimana Aris mengembangkan usahanya hingga menarik banyak konsumen dan mamu pengembang­kan usaha sosis rumahan dan kedai sosis bakar yang selalu ramai dikunjungi pelanggan?. Baca selengkap­nya di tabloid Wirausha edi si 6 tahun IX “Rahasia Suk­ses Pengusaha Muda Beromset Miliaran”. Sudah bisa diperoleh di lapak-lapak koran terdekat. (FKB)

Oleh : Apriyadi
[email protected]