DSC_0455MEMBUMIKAN peran dan nilai-nilai kepramukaan sekaligus mempromosikan kegiatan bermanfaat melalui media massa, menjadi bagian yang tidak bisa dilepaskan dalam perkembangan saat ini. Itulah sebabnya, pramuka merasa perlu memahami dunia jurnalistik dan kehumasan.

Oleh: RIFKY SETIADI
[email protected]

Berbagai terobosan kian giat dilakukan oleh Kwarcab Ger­akan Pramuka Ka­bupaten Bogor guna meningkatkan kual­itas Gerakan Pramu­ka di Kabupaten Bogor dalam men­dukung Kabupaten Bogor menjadi Ka­bupaten Termaju di Indonesia. Sebagai bentuk inovasi dan program rintisan, tak kurang dari 70 orang anggota pramuka Kwarcab Kabupaten Bogor diikutsertakan alam Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik dan Kehumasan di Bumi Perkemahan Pramuka Cimandala, Su­karaja, Kabupaten Bogor.

Kegiatan ini ditujukan agar ang­gota pramuka mengenal dunia jurnalistik dan kehumasan, se­hingga bisa ikut menciptakan penyebarluasan informasi dan kegiatan yang positif dalam ke­pramukaan. “Pramuka harus dapat menjadi teladan diten­gah-tengah masyarakat den­gan membumikan nilai-nilai kepramukaan. Tidak bisa dise­but giat, jika kehadiran dan pramuka tidak dirasakan atau diketahui informasinya oleh masyarakat,” ujar Didi Kur­nia, Ketua Kwarcab Gerakan Pramuka Kabupaten Bogor saat pembukaan acara yang berlangsung pada Minggu(05/07/2015) lalu. Bertema “Saatnya Pramuka Go Public”, acara diikuti oleh 34 Kwartir Ranting di Kabupaten Bogor. Didi juga menegaskan, agar peran pramuka semakin mem­bumi dan mengakar, harus mengacu pada nilai Katara-Karampa-Karasa (Tampak-Bisa Dibuktikan/Berwujud- Terasa, Red).

Kegiatan ini diharapkan bisa menjadi pelatihan keterampilan dan sekal­igus menjadi pengetahuan seluk beluk dunia informasi yang berkembang pesat dewasa ini bagi anggota. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan sejumlah materi tentang dasar ju­ranlistik, menulis artikel dan opini serta jurnalis­tik fotografi. “Di waktu mendatang, diharapkan setiap pramuka bisa menjadi public relation (hu­mas), dan mempromosikan kegiatan berman­faat yang dilakukan melalui media massa dan sosial media, sehingga Gerakan Pramuka tidak hanya eksis di dunia nyata tetapi juga di dunia maya dan bisa menjangkau seluruh nusantara dengan berbagai bentuk publikasi yang rutin,” tambah Wakil Ketua Bidang Informasi dan Ko­munikasi Kwarcab Pramuka Kabupaten Bogor, Riny Kusumawati.

Baca Juga :  Pelecehan Seksual di Kampus, Jadi Bahan Diskusi Simpul Kajian Literasi Indonesia

Pihaknya menginginkan citra pramuka terangkat karena pada umumnya kepramukaan memiliki banyak kegiatan yang bagus dan posi­tif. “Walaupun tidak menjadi wartawan, tapi di­harapkan nanti anggota Pramuka di Kabupaten Bogor bisa memahami kerja jurnalistik yang profesional. Sehingga bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan maupun diorganisasi, khususnya dalam memberikan pelayanan informasi kepada masyarakat dengan baik,” katanya.

Sementara Ketua Pelaksana Diklat Jurnalis­tik dan Kehumasan Dewan Kerja Cabang (DKC) Kabupaten Bogor, Sarip Safrudin mengung­kapkan pelatihan jurnalistik iini juga diharapkan bisa menjadi penanda awal untuk membangun jaringan informasi kegiatan pramuka mulai dari tingkat Gugus Depan, Ranting hingga Cabang. “Diharapkan dari mulai Kwartir Ranting, pen­gurus siap memberi informasi yang lengkap dan update terkait kegiatan pramuka. Sebab, selama ini banyak hal yang tidak terekspose dan diketa­hui masyarakat,” katanya.

Baca Juga :  Pelecehan Seksual di Kampus, Jadi Bahan Diskusi Simpul Kajian Literasi Indonesia

Sementara, Yeyet Damayanti selaku panitia penyelenggara menilai hasil pelatihan ini bisa mempercepat ko­munikasi antara Dewan Kerja Ranting (DKR) den­gan Dewan Kerja Cabang (DKC). “Kegiatan ini di­harapkan mempercepat dan mengefektifkan cara komunikasi DKR dengan DKC. Muncul­nya berbagai media dan alat komunikasi, tidak lagi membuat kami ha­rus menunggu kiriman faxmile di Kantor Keca­matan, tetapi kita bisa langsung berkomunikasi dan menginfokan melalui website atau media yang telah kita buat,” ujar Yeyet.

Sementara wakil peserta dari Kwartir RantingKemang, Najmudin mengungkapkan pelatihan ini sebagai sebuah kesempatan untuk mendapatkan ilmu yang profesional. “Pelati­han jurnalistik dan kehumasan ini sangat bagus, karena kegiatan ini menghadirkan narasumber yang berkualitas dan men­dorong kami untuk memahami kegiatan jurnalistik,”tanggapnya. Kegiatan ini bahkan menjadi kejutan bagi Nur Dwi Andriani, peserta asal Kwartir Ranting Rancabungur. “Acara ini sangat luar biasa dan sangat menginspirasi bagi generasi generasi baru. Tidak me­nyangka akan dapat ilmu jurnalistik dan kehumasan di pramuka Kabu­paten bogor. Kegiatan ini membuka pikiran dan wawasan Dewan Kerja Ranting untuk memanfaatkan media dalam mengembangkan wawasan dan peran kepramukaan,” tuturnya. Menurutnya, kegiatan ini mendo­rong agar Gerakan Pramuka terus berkembang dan harus relevan dengan semangat zaman, tanpa kehilangan jati diri kepramukaan­nya.


1 KOMENTAR

Comments are closed.