088026200_1418274716-Imam_Nahrawi_11JAKARTA, Today – Sekitar 1.800 kalangan pecinta sepakbola me­minta Menteri Pemuda dan Olah­raga, Imam Nahrawi, agar men­cabut SK Pembekuan PSSI. Imam menanggapi petisi itu sebagai harapan bahwa kompetisi harus berjalan.

Petisi itu tertuang dalam website change.org (situs yang mewadahi setiap orang yang ingin membuat pernyataan kepada pemerintah), di mana sekitar 1.822 orang yang mem­berikan petisi kepada Pres­iden Joko Widodo lewat akun twitter @jokowi, dan Menpora Imam Nahrawi lewat akun twitternya @imam_nahrawi dengan judul “Cabut SK Pem­bekuan PSSI!”

Petisi itu dibuat oleh Ade Chandra yang mengaku suporter dan pe­nikmat sepakbola Indonesia.

Menariknya tak hanya pernyataan dukungan PSSI, pada website itu juga ada petisi yang mendukung agar PSSI tetap dibeku­kan, dari suporter lainnya bernama Ahmad Corpo.

Lewat petisi tersebut, Corpo mem­buat pernyataan dengan judul “Tetap Bekukan/Bubarkan Kepengurusan PSSI” yang ia tujukan untuk Menpora, Presiden, serta Tono Suratman selaku Ketua KONI Pusat.

Ia meminta agar pemerintah tetap melakukan langkah-langkah refor­masi tata kelola sepakbola Indonesia, lalu mengganti atau membubarkan kepengurusan PSSI yang sekarang, serta menyusun kepengurusan PSSI baru yang lebih bisa dipercaya, ter­buka, dan kompeten.

“Terimakasih. Saya kira itu suatu harapan dari mereka dan saya mema­hami bahwa itu suatu ungkapan bah­wa kompetisi harus berjalan,” ujar Imam menanggapi petisi tersebut, di sela-sela halal bihalal Kemenpora.

“Tetapi perlu diingat kalau pemer­intah, Kemenpora, Tim Transisi, atau pihak-pihak lain yang ingin melak­sanakan turnamen tolong tidak ada yang mencegat, mencegah, apalagi menakuti klub untuk tidak terlibat. Tolong hentikan itu,” sambungnya.

Lebih lanjut, Imam mengaku su­dah banyak mendengar jika daerah-daerah sudah mulai banyak membuat turnamen.

“Semakin banyak masyarakat yang membuat turnamen tentu semakin ba­gus. Karenanya jangan ada lagi monop­oli karena terus terang itu tidak sehat. Mestinya setiap ada keinginan masyara­kat untuk buat turnamen didorong.”

“Dan saya sudah mendengar dari berbagai macam daerah bahwa ban­yak yang membuat turnamen dari usia 10 sampai klub-klub profesional. Silakan, yang penting kita hidupkan lagi persepakbolaan Indonesia ini,” pungkasnya.

Siap Damai dengan PSSI

Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S Dewa Broto mem­benarkan pihaknya membuka jalan damai dengan PSSI. Namun, dia be­lum tahu syarat khusus yang harus dii­kuti PSSI untuk jalan damai tersebut.

Sebelumnya, PSSI memenangkan gugatan atas surat keputusan (SK) Menpora nomor 01307 tertanggal 17 April 2015 di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), 14 Juli lalu.

Kemenangan tersebut tentu saja menjadi angin segara untuk PSSI kembali menggulirkan kompetisi yang sempat terhenti.

Terlebih, salah satu keputusan yang dikeluarkan PTUN itu adalah, Menpora wajib mencabut SK tersebut yang artinya harus mengakui kembali PSSI di bawah kepemimpinan La Ny­alla Mahmud Mattalitti.

Namun, Kemenpora mengajukan banding terkait keputusan itu. “Jalan damai terbuka, tapi untuk sementara banding tetap jalan. Untuk syarat? Soal itu, belum disampaikan Pak Menteri,” kata Gatot, seperti dilansir Goal Indonesia.

PSSI sendiri sebelumnya sudah membuka pintu untuk melakukan da­mai dengan Kemenpora. Bahkan, La Nyalla langsung menyambangi kan­tor Kemenpora ketika mengetahui keputusan PTUN, untuk mengajak Menpora, Imam Nahrawi, berdiskusi soal perdamaian dan sepak bola Indo­nesia.

(Imam/net)