Untitled-8KEBAHAGIAAN bulan ramadan turut pula dirasakan oleh puluhan anak yatim di panti asuhan Al-Munawwar di Jalan Haur Jaya III No.54 A Kota Bogor. Walaupun hanya hidup berkecukupan, namun mereka tetap antusias menyambut bulan suci ramadan.

GUNTUR EKO WICAKSONO
[email protected]

Ada pemandangan berbeda ketika wartawan koran ini mengunjungi panti yang sudah ada sejak tahun 1996. Barisan anak-anak sedang mengaji Al Quran sambil men­unggu waktu berbuka puasa.

“Ini kegiatan rutin dilakukan anak-anak setiap harinya sambil menunggu waktu berbuka,” ujar pemilik sekali­gus pengasuh di panti tersebut,Farida kepada BOGOR, TODAY.

Panti asuhan ini kata dia menam­pung 23 orang yang terdiri dari lima anak laki-laki dan sisanya peremp­uan. Mereka tidak semuanya yatim piatu, kebanyakan dari mereka di­titipkan oleh orang tuanya karena tidak mampu merawat jadi dititipkan disini.

Baca Juga :  Kenaikan UMK Bogor 2022 Disoal, DPK Apindo Bakal Layangkan Surat

“Rata-rata dari mereka kebanya­kan warga sekitar panti yang peker­jaan orangtuanya tidak mencukupi,” sambungnya

Farida menjelaskan panti asuhan Al-Munawwar berdiri di bawah naun­gan yayasan dan dana yang didapat untuk memenuhi biaya hidup anak-anak panti di dapat dari sumbangan dan juga donatur tidak tetap.

“Panti asuhan ini berada dibawah naungan yayasan Al-Munawwar, dan kami juga punya donatur walaupun tidak tetap ya lumayan kang, cukup untuk membiayai anak-anak,” ujarnya

Baca Juga :  Forum Ekonomi Kreatif Kota Bogor Dilantik, Bangun Karakter Anak Muda Masa Depan

Dia juga menjelaskan kegiatan anak pantinya selama bulan ramadan diisi dengan banyak kegiatan keaga­maan karena memang panti asuhan­nya mendahulukan sisi agama tapi tetap tidak melupakan akademik.

“Kami selalu ngaji bersama sete­lah mereka pulang sekolah dan juga shalat wajib berjamaah dan tak lupa sholat malam yakni solat tahajut un­tuk anak-anak yang tinggal di panti,” bebernya

Salah seorang anak panti, Sela Eka mengaku betah tinggal di panti asuhan Al-Munawwar, dan juga mer­asa terdidik dengan baik.

“Betah, soalnya ibu pantinya baik walau kita sedikit bandel beliau tetap dengan sabar mengasuh kami,” pung­kas sela. (*)